Alokasi Tabur Puja KUD Tani Makmur, Lampaui Target Minimal

0
12

JUMAT, 31 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejak mengelola dana simpan pinjam Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), KUD Tani Makmur, baru bisa melayani 35 dari sekitar 900 Posdaya yang ada di Kabupaten Bantul. Selain karena persaingan usaha, dana awal sebesar Rp3 miliar belum cukup untuk menyasar 900 Posdaya tersebut.

Ginanjar Kun Hartanto, S.Pd.

Manager Unit Tabur Puja KUD Tani Makmur, Ginanjar Kun Hartanto, S.Pd., mengatakan, selama ini pihaknya lebih banyak menyasar warga di sekitar wilayah Kecamatan Kasihan, Bantul, karena yang paling dekat dengan KUD Tani Makmur. Selain itu, juga karena pihaknya lebih mengarahkan sasaran ke daerah-daerah pinggiran, seperti di sekitar kawasan Pantai Selatan. “Kita belum berani masuk ke wilayah pusat perkotaan, seperti Kecamatan Bantul, karena kemungkinan akan kalah bersaing,” ujar Ginanjar, belum lama, ini.

Namun demikian, pencapaian Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tabur Puja KUD Tani Makmur itu sebenarnya telah melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, yakni minimal menangani 15 Posdaya. Dengan pengambilan modal awal sebesar Rp2,75 miliar dari total alokasi dan sebesar Rp3 miliar, KSP Tabur Puja KUD Tani Makmur bahkan telah menghasilkan tambahan modal sebesar Rp400 juta, dari hasil simpanan para anggotanya. Hal inilah yang menjadi salah satu kesuksesan KUD Tani Makmur, sehingga terpilih sebagai KUD Pengelola Tabur Puja Terbaik III Nasional, dan meraih Anugerah Damandiri Award 2016.

Dengan formasi kepengurusan yang awalnya hanya terdiri dari 6 orang, kemudian bertambah menjadi 8 orang (1 Manager, 5 Asisten Kredit, dan 2 Administrasi), KSP Tabur Puja KUD Tani Makmur menerapkan sistem kerja jemput bola dengan mendatangi langsung warga melalui setiap Posdaya yang ada di tiap dusun. Dengan cara ini, anggota atau warga termasuk pengurus Posdaya, tak perlu jauh-jauh datang ke KUD, karena segala urusannya dilakukan di tiap Pos yang terdapat di dusun masing-masing.

“Dengan sistem jemput bola ini, Asisten Kredit akan berkeliling ke semua pos di tiap Posdaya yang kita tangani. Semua sudah ada jadwalnya masing-masing. Jadi, semua pelayanan ada di tiap pedukuhan. Baik pengajuan pinjaman, survey, wawancara, transaksi, hingga pengangsuran,” kata Ginanjar.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana 

Komentar