Anggaran Besar Tidak Jadi Jaminan Keberhasilan Sektor Kesehatan

0
26

RABU, 29 MARET 2017

MATARAM — Memajukan sektor kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat harus didukung dengan partisipasi semua kalangan, khususnya keluarga, sebagai lingkungan terkecil.

Gubernur NTB, Zainul Majdi

“Dengan partisipasi aktif masyarakat, juga akan mendorong kesadaran masyarakat lainnya, anggaran besar serta Perda, Pergub maupun Perbup yang banyak tidak menjamin sektor kesehatan bisa akan maju,” terang Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi saat membuka acara pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Mataram, Rabu (29/3/2017).

Dikatakan, untuk NTB sendiri, selama ini dari sisi anggaran maupun kebijakan pemerintah mengalokasikan anggaran hingga 60 persen untuk sektor kesehatan, termasuk menghasilkan sejumlah Perda dan Pergub.

Tapi dalam kenyataan tetap saja tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan sektor kesehatan masyarakat. Diharapkan melalui Germas sekarang ini kesadaran dan partisipasi masyarakat menjaga kesehatan bisa terus lebih tinggi.

“Dalam kaitannya dengan ajaran semua agama, termasuk agama Islam, untuk mewujudkan dan meningkatkan kualitas kesehatan kita, selain memperbanyak mengkonsumsi makanan dan sayuran sehat, juga harus halal serta banyak bersyukur,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan, Germas yang salah satunya berupa pemberian Asi eksklusif pada anak, merupakan bagian dari gerakan yang diprakarsai Presiden sebagai upaya membangun dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak.

“Pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Perlu adanya kebersamaan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani masyarakat, melalui peningkatan akses pelayanan kesehatan, sebagai upaya mewujudkan SDM berkualitas, sebagaimana Perpres No 2 Tahun 2015.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Komentar