Atasi Peningkatan DBD, Pelepasan Nyamuk Berunsur Wolbachia Diperluas

119

SENIN, 20 MARET 2017 
YOGYAKARTA — Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Drs. Elvi Effendy, Apt, M.Kes., menyebut, kejadian DBD di Yogyakarta berlangsung secara fluktuatif. Namun, pada 2016 kejadiannya mengalami peningkatan hingga 6 ribu kasus dibanding tahun sebelumnya sebanyak 4 ribu kasus.

Elvi Effendi (tengah) dan Adi Untarini (kanan).

“Di 2016, angkanya fantastis, kasus naik sampai 6 ribu, tetapi angka kematiannya mengalami penurunan. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya pemahaman masyarakat dan kesigapan petugas kesehatan secara cepat menangani persoalan ini,” ujarnya di UGM, Senin (20/3/2017).

Penanggulangan DBD ini, dikatakan Elvi, tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, dia berharap seluruh stake holder ikut berperan dalam penanggulangan DBD.

“Kami mendukung program pelepasan nyamuk berunsur wolbachia. Karena sejak didengungkan 2011 silam sampai saat ini kemajuannya sangat pesat dan harapannya dapat membantu mengurangi ancaman DBD di Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya akan memperluas wilayah pelepasan nyamuk aedes aegypti berwolbachia di 16 kelurahan di Kota Yogyakarta. Setelah sebelumnya berhasil melepas di 7 kelurahan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kasus demam berdarah dengue di Yogyakarta.

Peneliti senior EDP Yogya, Prof. Adi Untarini, mengatakan, sejak bulan Agustus 2016 lalu, pihaknya telah melepas nyamuk berwolbachia di tujuh kelurahan di Kota Yogyakarta dan menuai keberhasilan.

“Saat ini, presentasi nyamuk berwolbachia cukup tinggi. Di empat kelurahan kita hentikan pelepasan nyamuk berwolbachia karena keberadaannya telah mencapai 60 persen,” paparnya.

Adi menyebutkan, pelepasan nyamuk berwolbachia akan dihentikan jika persentase nyamuk ini sudah mencapai angka 60 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa nyamuk berwolbachia sudah mampu bertahan dan berkembang biak secara alami.

“Kita akan segera melepas lagi di wilayah yang lebih luas untuk membuktikan efektivitas metode wolbachia ini,” jelasnya.

Pada tahap dua akan dilakukan pelepasan nyamuk berwolbachia di 16 kelurahan di Kota Yogyakarta. Pelepasan dimulai pada Maret hingga November 2017 mendatang. Menandai pelepasan wolbachia tahap kedua ini, EDP akan menggelar syukuran Kenduri Warga pada 22 Maret 2017 di pendopo Taman Siswa Yogyakarta.

Pelepasan tahap kedua telah dimulai sejak awal Maret, beberapa di antaranya sudah dilepas di Terban, Klitren, Cokrodiningratan, Gowongan, Demangan, Mantrijeron. Pelepasan akan berjalan terus hingga keberadaan nyamuk berwolbachia di 12 klaster mencapai 60 persen.

“Kota Yogyakarta kita pilih sebagai wilayah pelepasan nyamuk berwolbachia karena daerah ini memiliki kasus DBD yang terbilang tinggi. Melalui pelepasan nyamuk ini, harapannya bisa menurunkan angka kejadian DBD di wilayah tersebut,” harapnya.

Sebelumnya, pada 2014 silam, EDP juga telah melakukan pelepasan nyamuk berwolbachia di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Sejak dilepas hingga saat ini, persentase nyamuk berwolbachia di kedua kabupaten tersebut cukup tinggi, mencapai 80-100 persen dan tidak terjadi penularan DBD setempat.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto:  Jatmika H Kusmargana

Komentar