Bank Indonesia Tak Terpengaruh Bank Sentral AS yang Naikkan Suku Bunga Acuan

61

KAMIS, 16 MARET 2017

JAKARTA — Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) beberapa waktu lalu akhirnya bersikukuh memutuskan untuk tetap menaikkan acuan suku bunganya sampai sekitar 25 basis poin. Keputusan The Fed tesebut sempat memicu kekhawatiran akan menguatnya nilai tukar mata uang Amerika Serikat atau United States Dolar (USD) terhadap mata uang asing.

Tirta Segara (kiri) saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia Jakarta.

Keputusan menaikkan suku bunga acuan tersebut diambil The Fed salah satu faktornya karena melihat kondisi perekonomian dunia atau global, khususnya perekonomian Amerika Serikat yang cenderung membaik dan stabil dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun sebenarnya secara keseluruhan kondisi perekonomian dunia atau global masih tetap dibayang-bayangi ketidakpastian.

Terkait dengan naiknya suku bunga acuan The Fed, ternyata tidak diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan di beberapa negara di dunia. Salah satunya adalah Bank Indonesia (BI). Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berakhir malam ini telah memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau Bank Indonesia 7 Days Reserve Repo Rate, yaitu sebesar 4,75 persen.

Ada beberapa alasan mengapa Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk tidak terpengaruh atau tidak  ikut-ikutan menaikkan besaran suku bunga acuan, di antaranya adalah sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan dan menjaga stabilitas makro ekonomi khususnya di dalam negeri (Indonesia).

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, masing-masing dari sisi perekonomian dunia atau global dengan risiko antara lain kenaikan inflasi global, kemudian kebijakan perekonomian dan perdagangan Amerika Serikat serta dampak lanjutan dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat yang mempengaruhi penguatan mata uang United States Dollar atau USD terhadap mata uang negara lainnya.

Sedangkan faktor lainnya yang mempengaruhi perekonomian dunia adalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) yang menggemparkan dunia. Selain itu juga dipengaruhi oleh risiko permasalahan penyelesaian utang, khususnya negara Yunani yang hingga saat ini masih dipenuhi dengan ketidakpastian global.

“Terkait dengan keputusan The Fed untuk menaikkan acuan suku bunganya sebesar 25 basis poin membuat Bank Indoenesia terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah (Indonesia). Fokusnya adalah pengendalian inflasi agar tetap pada kisaran yang telah ditentukan, maka dengan demikian kita putuskan tetap  mempertahankan acuan suku bunga,” jelas Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis malam (16/3/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar