Basaria Pandjaitan: Tak Ada Tekanan KPK Saat Periksa Saksi

86

JUMAT, 24 MARET 2017

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibuat kaget terkait dengan adanya pengakuan Miryam S. Haryani, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Sebelumnya, diberitakan bahwa Miryam S. Hisyam selama ini diduga terlibat dalam kasus perkara proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis elektronik atau biasa disebut e-KTP.

Basaria Pandjaitan, Wakil Ketua KPK.

Saat bersaksi dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (23/3/2017) Miryam S. Hisyam mengaku mendapatkan tekanan dari penyidik KPK. Terutama selama dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus perkara proyek pengadaan e-KTP yang diperkirakan telah merugikan keuangan negara sekitar 2,3 triliun rupiah.

Akhirnya, Miryam S. Hisyam memutuskan mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya sempat dijalaninya saat dipanggil dan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta. Terkait dengan pengakuannya tersebut,  Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda agenda persidangan khususnya untuk keterangan saksi Miryam S. Hisyam.

Demikian pernyataan dan pengakuan mengejutkan yang disampaikan secara langsung oleh Miryam S. Hisyam kepada John Halasan Butar-butar yang tak lain adalah Ketua Majelis Hakim. John Halasan Butar-butar memang ditunjuk untuk memimpin jalannya persidangan kasus e-KTP di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Saya tegaskan bahwa KPK tidak pernah melakukan semacam penekanan-penekanan selama proses pemeriksaan saksi-saksi. Semuanya direkam, KPK tentu saja sangat profesional, nanti bisa kita lihat dengan jelas dalam persidangan. Kalau masalah pencabutan BAP tersebut itu merupakan hak dan kewenangan saksi,” kata Basaria Pandjaitan, Wakil Ketua KPK, kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar