Basarnas: Budaya Safety Harus Disosialisasikan pada Nelayan

132

RABU, 29 MARET 2017

BALIKPAPAN — Basarnas menilai, Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi kecelakaan yang tinggi di perairan. Untuk menekan hal tersebut perlu adanya budaya safety, baik untuk pengelola transportasi laut maupun masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

Deputi Bidang Potensi SAR Basarnas Pusat, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu

“Diperlukan kesadaran untuk menjaga keselamatan dan bagaimana menghindarinya. Budaya safety harus dimiliki masyarakat (nelayan), dari memiliki peralatan safety seperti jaket pelampung hingga handy talky,” sebut Deputi Bidang Potensi SAR Basarnas Pusat, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu saat Rapat Pembentukan Forum Koordinasi Potensi pencarian dan Pertolongan (FKP3) Wilayah Kerja Kantor SAR Balikpapan, Rabu (29/3/2017).

Basarnas menilai potensi bencana di perairan Provinsi Kalimantan Timur cukup tinggi. Mengingat Kaltim memiliki wilayah perairan sebagai tempat penyeberangan ke Sulawesi dan Jawa. Selain penyeberangan Feri ke Mamuju, kapal-kapal yang digunakan nelayan berlayar juga banyak.

“Di sini Kaltim kecelakaan lautnya hampir sama daerah lain, belum terlalu menonjol,” katanya saat di sela kegiatan Rakor di Balikpapan.

Untuk itu, pihaknya mengatakan budaya safety wajib disosialisasikan ke masyarakat khususnya bagi mereka yang bersentuhan dengan pelayaran.

Selain itu, Dody menyebutkan dengan pembentukan forum koordinasi potensi pencarian dan pertolongan ini dapat mengintegrasikan potensi SAR sehingga memiliki wadah koordinasi stakeholder dan potensi SAR.

“Melalui forum ini kita tingkatkan sinergitas dalam penanggulangan kecelakaan, bencana yang membahayakan keselamatan manusia. Harapannya juga bisa meningkatkan kompetensi personel,” harapnya.

Ia menambahkan dalam operasi kemanusiaan terdapat empat pilar komponen SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan potensi SAR.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Komentar