BEKRAF Bisa Membantu Pelatihan Batik di Tegal

52

KAMIS, 30 MARET 2017

SLAWI — Badan Ekonomi Kreatif akan terus menindaklanjuti konsensus antara BEKRAF dan pemerintah Kabupaten Tegal. Badan ekonomi kreatif siap menjadi jembatan antara pelaku ekonomi kreatif dengan konsumen produk ekonomi kreatif. Kehadirannya di Tegal saat Musrenbang Kabupaten Tegal 30 Maret 2017 ini sebagai upaya untuk menindaklanjuti MOU yang telah dilakukan beberapa bulan lalu dengan Pemda Kabupaten Tegal.

Kepala Bidang Perencanaan BEKRAF Rekotomo.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan BEKRAF Rekotomo  bahwa meski BEKRAF tergolong sebuah lembaga baru dengan dasar Peraturan Presiden No 6 Tahun 2015 lalu, namun dengan terbentuknya BEKRAF Presiden sangat berharap ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat indonesia yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“BEKRAF sendiri sebagai sebuah lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab terhadap beberapa sektor kreatif diharapkan mampu mengelola dan mengeksplorasi semua potensi ekonomi kreatif yang ada di Indonesia,” papar Rekotomo.

Ekonomi kreatif ini bertumpu pada keunggulan sumberdaya manusia, dari mulai karya seni, arsitektur, buku, animasi, dan juga inovasi tekhnologi berasal dari daya kreativitas ‘manusia.

Selama ini BEKRAF terus melakukan pembinaan dan terus mendorong inovasi di sidang kreatif agar mempunyai nilai tambah dan saya saing di dunia internasional. Dan yang paling penting adalah mengedukasi kepada para pelaku usaha kreatif akan pentingnya hak kekayaan intelektual.

“Termasuk perlindungan hukum terhadap hak cipta serta membentuk iklim yang kondusif agar dapat menempatkan Indonesia pada posisi strategis ekonomi kreatif dunia,” kata Reko.

Dia juga menambahkan, bahwa BEKRAF mempunyai pelayanan satu pintu, di mana semua informasi dan kegiatan yang dilakukan oleh BEKRAF bisa diakses oleh siapa saja.

“Kami ada program pelatihan, sosialisasi, dan lain sebagainya yang bisa diakses untuk dilakukan di daerah. Seperti di sentra batik, kami bisa mengadakan pelatihan desainer batik di sentra batik daerah tertentu seperti Tegal.  Tapi syaratnya harus ada pengajuan dari pemerintah setempat. Jika lulus verifikasi, maka kami akan melakukan pelatihan di sentra industri tersebut,”ungkapnya.

Selain itu, BEKRAF juga mempunyai visi besar membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif dunia pada 2030.

“Kami juga memfasilitasi produk pelaku ekonomi kreatif yang mempunyai standar internasional untuk diikutsertakan dalam pameran luar negeri,” pungkas Reko pada Cendana News setelah memberikan materi pada Musrenbang Kabupaten Tegal 30 Maret 2017 di Taman Rakyat Slawi kabupaten Tegal.

Jurnalis: Adi Purwanto/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Adi Purwanto

Komentar