Belajar Kesabaran dari Perawat Daerah

0
16

JUMAT, 17 MARET 2017

BREBES — “Menjadi perawat adalah pekerjaan mulia. Alasan saya menjadi seorang perawat adalah ingin melihat senyuman dari pasien, merawat dari hati untuk hati.”kata Aji Santoso, seorang perawat yang berstatus honorer di sebuah RSUD Brebes saat berjumpa dengan Cendana News, Jumat (17/3/2017).

Aji Santoso

Disebutkan, jika tidak bisa beramal dengan harta, hanya bisa dengan senyuman dari hati dan asuhan keperawatan tentunya. Pria kelahiran 27 tahun silam ini juga mengaku telah mengabdi di sebuah rumah sakit daerah selama lima tahun. Dengan honor yang meski dibilang pas-pasan, namun itu tidak menyurutkan niat awalnya untuk tetap mengabdi dengan hati demi kesembuhan pasien.

“Meski terkadang rasa lelah itu ada, tapi saat merasa lelah, kembali lagi ke niat awal, mengabdi untuk kesembuhan pasien, jiwa ini pun kembali bersemangat melaksanakan tugas secara totalitas,” kata Aji.

Begitu pula halnya dengan Yunita Nur (28) tahun. Perawat yang juga sama berstatus honorer tersebut merupakan teman satu angkatan. Pengabdiannya selama lima tahun ini terus dilakoninya dengan penuh tanggungjawab.

Ibu satu anak ini selalu berangkat tugas tepat waktu, melayani dengan hati dan mengabdi untuk masyarakat dan negara menjadi salah satu alsannya kenapa dirinya menjadi seorang perawat.

“Sudah tanggungjawab kami atas pilihan yang kami ambil, kami memilih perawat sebagai ladang pengabdian kami di dunia, terkait rezeki sudah ada Tuhan yang maha mengatur rejeki. Tugas kita adalah berusaha,” ucap Yunita yang diamini Aji Santoso.

Mereka berharap, pemerintah dapat lebih bijak melihar kondisi yang tengah dihadapi oleh ratusan perawat yang masih honorer hingga sukarelawan. Mereka meminta tuntutan yang disampaikan saat unjuk rasa di depan gedung DPR RI pada Kamis 16 maret 2017 direalisasi.

“Itu merupakan ikhtiar kami, semoga apa yang dilakukan kemarin membuahkan hasil yang baik,”tutupnya.

Jurnalis : Adi Purwanto / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adi Purwanto

Komentar