Belasan Naskah Panji Kediri, Dipamerkan

0
17

SABTU, 25 MARET 2017

KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menggelar pameran naskah panji di Monumen Simpang Lima Gumul mulai 24-26 Maret 2017. Dalam pameran ini, ada 18 naskah cerita Panji yang terdiri dari 12 naskah kertas dan 6 naskah lontar.

Malat, naskah panji paling tua.

Pustakawan Perpustakaan Nasional, Agung Kriswanto saat ditemui menjelaskan, pameran ini bertujuan memperkenalkan referensi tulisan naskah cerita Panji. “Apalagi, cerita Panji tidak bisa dipisahkan dari Kediri,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Agus, legenda cerita Panji dimulai dari kisah kepahlawanan dan cinta antara Raden Inu Kertapati atau Raden Panji, dengan Dewi Sekartaji atau Galuh Candrakirana. Karenanya, Kediri dipilih sebagai tempat pameran naskah Panji. Apalagi, saat pemilihan putra-putri Kediri dinamakan Panji-Galuh. “Cerita Panji sendiri banyak sekali versinya, antara tulisan, lisan dan pertunjukkan juga berbeda,” katanya.

Alumnus Universitas Udayana ini, menerangkan, dalam pameran ini ada naskah Panji yang paling tua, yakni Malat, yang ditulis pada 1721 Saka atau 1799 Masehi. Selain Malat, juga ada Panji Angreji, Panji Angronakung, Panji Jayakusuma, Panji Jayalengkara Sunyawibawa, Panji Jayalengkara Medhangkamulan, Panji Dewakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Hikayat Panji Kuda Semirang, Panji Dewakusuma, Panji Undakan Pangrus, Cilinaya, Bagus Umbara dan Wasengsari. “Aksara yang digunakan dalam naskah ada Jawa, Bali dan Arab Melayu,” tuturnya.

Agung Kriswanto

Meski hanya tiga hari dibuka, pengunjung yang datang sudah mencapai ratusan. Pasalnya, saat Sabtu-Minggu sudah banyak kelompok pelajar datang untuk belajar. Salah satu pelajar, Putri, mengaku tertarik dengan adanya pameran ini. Meski kedatangannya karena ada tugas sekolah, ia senang bisa melihat langsung naskah cerita Panji yang ditulis berbagai versi. “Karena ini baru pertama kali ada di Kediri dan ada hubungannya dengan nilai sejarah Kerajaan Kediri. Saya bangga dan bisa menambah pengetahuan,” pungkas siswi kelas 3 SMA ini.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti

Komentar