Bencana Tanah Retak, Ancam Delapan Rumah Warga

0
21

SENIN, 27 MARET 2017

PONOROGO  — Akibat hujan dengan intensitas tinggi, tanah lereng Gunung Gede yang berada di Dusun Takil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo mengalami ambles atau retak. Tanah milik Perhutani dengan ketinggian sekitar 800 M bergerak, retak dan ambles dengan diameter lebar 1 M panjang 150 M kedalaman 3 M menyebabkan rawan untuk terjadi longsor.

Tanah yang retak di Lereng Gunung Gede.

Kejadian tanah gerak atau tanah ambles ini terjadi pada Senin (27/3/2017) pada pukul 11.00 WIB. Meski tidak ada laporan mengenai rumah warga, namun ada delapan rumah yang tepat berada di bawah lereng terancam.

“Bahayanya sewaktu-waktu bisa longsor kalau pas hujan deras,” jelas Kabid Kedaruratan BPBD Ponorogo, Setyo Budiono saat dikonfirmasi Cendana News.

Menurutnya, bencana tanah gerak ini akibat sering terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan pori-pori tanah (rongga tanah) tidak kuat menahan air yang berlebihan sehingga kontur tanah menjadi labil (gembur).

“Yang paling bahaya perumahan warga RT 02 RW 01 Dusun Tangkil, Desa Banaran yang dekat dengan lokasi tanah retak/ambles,” ujarnya.

Tim Pusdalpos BPBD Ponorogo saat meninjau lokasi bencana memberikan himbauan kepada warga untuk segera mencari tempat pengungsian saat hujan deras.

“Sebatas waspada jika terjadi hujan deras dan lama untuk mencari tempat yang aman,” tandasnya.

Delapan rumah warga yang terdampak tersebut, milik dari Siwuh (65 tahun), Jeminem (55 tahun), Pujianto (44 tahun), Katemun (50 tahun), Mesman (42 tahun), Puryadi (54 tahun), Menik (63 tahun) dan Sogol Purnomo (32 tahun).

Salah satu warga, Siwuh mengaku khawatir dengan adanya tanah retak yang berada diatas kawasan pemukimannya. Ia sudah mewanti-wanti anggota keluarganya untuk selalu waspada.

“Kalau pas hujan deras, kami langsung ke tempat tetangga kami yang lebih aman,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Charolin Pebrianti/dokumen warga

Komentar