Berdayakan Warga Melalui Pendidikan sejak Dini

68

KAMIS, 16 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Menjalankan progam apapun di tingkat warga itu tidak mudah. Namun dengan kerja keras dan niat baik mengubah keadaan, semua tidak ada yang mustahil. Dengan 15 orang pengurus yang mayoritas hanya berpendidikan menengah, Posdaya Sumber Makmur di RW 5 Kampung Celeban, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mampu memberdayakan warga dari 4 aspek penting paling mendasar dari pembangunan masyarakat.

Mukri Wahyudi menunjukkan ruang PAUD.

Meski sebagian ada yang berprofesi sebagai guru, PNS dan pensiunan, 15 orang pengurus Posdaya Sumber Makmur, mayoritas hanya berpendidikan menengah atas. Guna meningkatkan kemampuan dan menambah ilmu, pengurus dan anggota Posdaya Sumber Makmur selalu ikut dalam berbagai kegiatan pelatihan maupun penyuluhan. Baik itu tingkat kelurahan, kecamatan maupun tingkat kotamadya. Hasilnya, Posdaya Sumber Makmur mampu memberdayakan warga dari 4 bidang paling mendasar, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan.

Ketua Posdaya Sumber Makmur Kampung Celeban, Mukri Wahyudi, mengatakan, salah-satu upaya pemberdayaan di bidang pendidikan adalah dengan mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sumber Makmur. Awalnya, PAUD ini dibentuk menempati rumah salah seorang warga kampung.

Setiap pagi, sejumlah anak-anak usia 3-4 tahun di sekitar kampung dikumpulkan. Mereka lalu dididik sejumlah pelajaran, mulai dari tata krama, sopan santun, akhlak, dan sebagainya melalui sebuah permainan yang menyenangkan. Agar lebih mengenal lingkungan, mereka juga diajak berkeliling ke sawah yang ada di sekitar kampung Celeban. “Anak-anak juga kita ajak bermain permainan tradisional seperti jejamuran, cublak-cublak suweng, dakon dan sebagainya, supaya mereka mengenal dolanan warisan leluhur yang sarat nilai,” kata Mukri.

Sementara itu, Guru-guru pengajar PAUD Sumber Makmur terdiri dari lima orang pengurus Posdaya Sumber Makmur. Secara bergantian, mereka mengajar anak-anak dengan menyesuaikan waktu yang ada. Saat itu, kata Mukri, belum banyak PAUD seperti sekarang, sehingga PAUD Sumber Makmur ini termasuk sebagai pionir. Meski sekarang di setiap RW ada PAUD, namun pusatnya tetap PAUD Sumber Makmur. Dan, sebagai upaya mengembangkan PAUD, Posdaya Sumber Makmur selalu berupaya mencari dana bantuan dengan memanfaatkan program-program Pemerintah yang diberikan.

Kini, PAUD Sumber Makmur telah memiliki bangunan sederhana dari kayu dan triplek yang didirikan di atas tanah yang diwakafkan oleh salah seorang warga setempat. Sejumlah alat permainan dan media pembelajaran juga sudah dimiliki PAUD ini. “Jumlah muridnya rata-rata setiap tahun sekitar 30 orang. Tergantung seberapa banyak anak usia 3-4 tahun yang ada di kampung. Gurunya, ada lima orang. Di awal itu mereka tidak dibayar, tapi sekarang mereka sudah mendapat gaji,” kata Mukri.

Manfaat yang secara langsung dapat dirasakan, membuat warga antusias mengikut-sertakan anaknya ke PAUD. Mereka bahkan rela menyisihkan sebagian uang untuk menyekolahkan anaknya ke PAUD tersebut. “Awalnya, memang kita gratiskan. Tapi, setelah ada iuran pun mereka juga tetap mau, karena memang membutuhkan. Dan, iuran ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan anak-anak sendiri, seperti out bond, dan sebagainya,” kata Mukri.

Sementara itu, salah seorang pengajar PAUD dan pengurus Posdaya Sumber Makmur, Paryanti, mengatakan, PAUD Sumber Makmur sebenarnya sudah ada sejak sebelum 2006. Di awal pembentukannya, PAUD yang semula bernama PAUD Nursiwi ini hanya memanfaatkan sebuah gudang milik warga untuk menggelar kegiatan pembelajaran.

Pascagempa di Yogyakarta pada 2006, PAUD ini kemudian berpindah menempati bangunan baru sederhana dari bambu ukuran 4 x 8 meter persegi, yang dibangun dengan dana bantuan Pemerintah di atas lahan yang diwakafkan oleh warga setempat.

Menurut Paryanti, dibandingkan dengan sejumlah PAUD yang ada di RW lainnya, PAUD Sumber Makmur terbilang paling eksis dan aktif di Kelurahan Tahunan. Jika PAUD lainnya hanya menggelar proses pembelajaran 1 minggu sekali, PAUD Sumber Makmur telah mengelar proses pembelajaran sebanyak 4 kali dalam seminggu. Yakni pada setiap Senin, Selasa, Rabu dan Sabtu. Tak hanya itu, PAUD Sumber Makmur juga memiliki jumlah murid paling banyak, mencapai sekitar 30 orang setiap tahunnya. Bahkan, murid-murid PAUD Sumber Makmur tak hanya berasal dari RW 5, Kampung Celeban, namun juga banyak yang berasal dari RW maupun kampung lain.

Menggelar proses pembelajaran secara rutin mulai pukul 08.00-10.00 WIB, PAUD Sumber Makmur memiliki 5 orang pendidik yang merupakan penggerak sekaligus pengurus Posdaya Sumber Makmur. Secara bergantian, mereka menjadi pengajar setiap 2 hari sekali. “Selain merupakan bagian dari program Pemerintah, kita mendirikan PAUD ini karena memang sangat dibutuhkan olah masyarakat. Terlebih bagi warga menengah ke bawah, yang tidak mungkin menyekolahkan anak-anaknya ke tempat Kelompok Bermain atau Playgrup yang mahal. Padahal, pendidikan anak di usia Golden Age ini sangat penting dan sangat dibutuhkan anak,” ujar Paryanti.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar