Berkat Tabur Puja : Dari Satu Sumur Tahu, Menjadi Dua Sumur

73

RABU, 22 MARET 2017

PADANG — Usaha pembuatan tahu memang bukan merupakan usaha yang mudah untuk dijalani. Butuh kerja keras dan bercucuran keringat yang harus dihadapi hari demi hari. Panasnya uap air rebusan kedelai adalah tantangan sendiri dalam proses pembuatan tahu. Hal ini, telah dijalani oleh Fatrina seorang pengusaha tahu di Jorong Koto Kociak, Kenagarian Muaro Paneh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Hendri yang merupakan saudara dari Fatrina mengerjakan proses pembuatan tahu. Dia diampingi oleh Supervisor Area V PMU Tabur Puja Edi Suandi

Hampir empat tahun lamanya, Fatrina menjalankan usaha pembuatan tahu yang turut dibantu oleh saudaranya Hendri. Pada awal merintis usaha pembuatan tahu, Fatrina memang tidak memiliki tempat yang terlalu besar, dan bahkan hanya memiliki satu sumur saja. Masih tergolong kecilnya usaha pembuatan tahunnya itu, Fatrina mencoba mengajukan peminjaman modal usaha ke Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) Posdaya Gerbang Emas Muaro Paneh, Kabupaten Solok. Alhasilnya, pengajuan pinjaman modal usaha pun diterima oleh Tabur Puja Posdaya Gerbang Emas sebanyak Rp2 juta.

“Uang yang saya dapatkan itu, saya pergunakan untuk membeli satu sumur pemasak kedelai, dan membuat tempat pembutan tahu yang baru. Alhamdulillah, modal usaha Rp2 juta itu saya pergunakan sebaik mungkin,” katanya, Rabu (22/3/2017).

Kini, dengan telah memiliki tempat yang baru, dan memiliki sumur pemasak kedelai tambahan sebagai proses pembuatan tahu pun telah ada. Membuat Fatrina semakin percaya diri untuk terus mengembangkan usaha pembuatan tahu miliknya. Buktinya, penghasilan bersih di luar dari hitungan modal membeli kedelai itu diperoleh per harinya mencapai Rp500.000.

Memiliki penghasilan Rp500.000 per hari membuat senyuman Fatrina terpancar ketika ditemui di pabrik tahu miliknya yang berada di tepi jalan Koto Kociak. Pembelinya memang hanya seputar masyarakat di Kabupaten Solok, tapi keinginan untuk memasarkan hingga luar dari Kabupaten Solok memang ada. Namun ia terkendala kendaraan roda empat untuk bisa menghantarkan ke daerah lain di Sumbar.

“Saya memang berharap agar tahu milik saya ini juga dijual di daerah lain, tapi mobil untuk menghantarkan tahu ini yang tidak ada. Jadi, hal ini sayang ingin agar Tabur Puja bisa memberikan pinjaman lebih, agar kendala usaha yang saya hadapi ini bisa teratasi,” harapnya.

Untuk membuat tahu itu, Fatrina sanggup menghabiskan 50-70 kg kedelai, dengan harga per karung kedelai Rp390.000 atau setara dengan 50 kg kedelai. Dengan satu karung kedelai itu, ia mampu menghasilkan puluhan papan tahu, dengan waktu kerja dari pagi hingga siang hari.

Usaha tahu yang dijalani oleh Fatrina ini, telah turut membuat perekonomian keluarganya jadi lebih baik, apalagi penghasilan sang suami dari seorang sopir truk juga menambah pundi-pundi rupiah untuk keluarganya. Saat ini Fatrina memiliki dua anak, dan belum satupun yang menjalani pendidikan.

“Apa yang telah dilakukan oleh Tabur Puja, sungguh sangat membantu usaha saya. Usaha maju dan keluarga saya pun merasa hidup yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, dari Pemerintahan Nagari yang dalam hal ini diwakili Staf Wali Nagari Muaro Paneh, Murdianti menyatakan, semenjak adanya Tabur Puja yang merupakan Yayasan Damandiri, telah ikut membantu perekonomian masyarakat di Muaro Paneh. Dulunya, usaha masyarakat di Muaro Paneh benar-benar sulit untuk dikembangkan, terutama dalam modal usaha.

“Ada  juga dari pihak bank yang mengajukan pinjaman dana usaha. Yang namanya masyarakat kurang mampu mencoba untuk berusaha, terkadang telat untuk bayar kredit. Ini dimanfaatkan oleh rentenir masyarakat. Apa yang telah dilakukan oleh Tabur Puja ini benar-benar membantu masyarakat,” katanya.

Ia berharap, agar ada kebijakan baru dari Tabur Puja untuk bisa menambah jumlah masyarakat penerima pinjaman dana usaha tersebut. Karena, membuka usaha merupakan cara untuk membantu perekonomian keluarga.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar