Catur Brata, Puncak Perayaan Tahun Baru Hindu Berupa Penyepian

63

SELASA, 28 MARET 2017

YOGYAKARTA —  Tepat pada hari ini, umat Hindu merayakan tahun baru Saka 1939. Seperti diketahui umat Hindu merayakan tahun baru dengan perayaan Nyepi. Setelah sebelumnya melakukan serangkaian ritual upacara mulai dari Melasti, hingga Tawur Agung Kesanga. Pada puncak peringatan Nyepi hari ini, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian. 

Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Ketut Untung Yoga

Menurut Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Ketut Untung Yoga, Catur Brata Penyepian terdiri dari amati geni atau tidak menggunakan api, amati karya atau tidak bekerja, amati lelungan atau tidak bepergian, dan amati lelanguan atau tidak mendengarkan hiburan. Selain itu saat Nyepi umat Hindu juga biasa melaksanakan tapa atau latihan menderita, brata atau menahan hawa nafsu, yoga atau menghubungkan diri dengan Tuhan dan semadhi atau manunggal dengan Tuhan untuk mendapatkan kesucian lahir batin.

“Setelah melakukan Tawur Agung atau penyucian, umat Hindu akan melalukan penyepian sebagai bagian introspeksi dan kontemplasi melalui Catur Brata Nyepi. Yakni mereview atau mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun lalu, untuk menyusun rencana dan tujuan hidup di masa mendatang,” katanya di Candi Prambanan belum lama ini.

Dijelaskan Untung, Inti Nyepi sendiri adalah membersihkan dan menetralkan kembali kekuatan positif dari pengaruh pengaruh energi negatif di alam semesta atau buana agung, serta bunana alit atau masing masing tubuh manusia. Karena manusia dan alam semesta adalah dua hal berhubungan satu sama lain.

Dalam kepercayaan umat Hindu dikenal konsep Trihita Karana mengenai hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan alam semesta, serta hubungan manusia dengan sesama. Ketiga hal itu dikatakan harus selalu dijaga keharmonisannya sehingga dapat saling memberi kontribusi positif.

“Keseseimbangan itu harus selalu dijaga. Alam telah memberi sumber kehidupan bagi manusia. Sehingga manusia harus menjaga, dengan tidak mengeksplorasi alam secara berlebihan. Amalan bakti pada Tuhan dilakukan manusia dengan cara mengatur diri dan mengelola alam dengan baik dan bijak,” jelasnya.

Setelah melalui Catur Brata umat Hindu pada Kamis besok atau hari kedua akan melakukan upacara Ngembak Geni dengan Dharma Shanti. Dharma Shanti merupakan kegiatan yang bersifat kekeluargaan yakni dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk saling maaf-memaafkan. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kesucian dalam memulai lembaran hidup di tahun yang baru ke depan.

“Setelah Nyepi umat hindu akan melakukan Ngembak Geni pada hari pertama setelah tahun baru. Yakni dengan menjalankan Dharma Shanti. Saling bermaaf-maafan untuk membuka jalan atau lembaran baru di masa depan,” pungkasnya.

Jurnalis : Jatmika H Kusmargana / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Jatmika H Kusmargana

Komentar