Cegah Potensi Gangguan, PLN Kantor Jaga Ketapang Lakukan Perampasan Pohon

46

KAMIS, 23 MARET 2017

LAMPUNG — Cegah potensi gangguan listrik akibat gangguan pohon terutama di musim hujan di sepanjang jalur jaringan tegangan menengah (JTM) dengan tegangan  20 KV (2000 volt), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero melalui bagian pelayanan tekhnik melakukan pemeliharaan rutin dengan proses perampasan pohon atau pemangkasan.

Pemangkasan pohon

Koordinator Kaja Ketapang PLN Rayon Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Adi Wiyanto (32) menjelaskan, dalam masa pemeliharaan, beberapa petugas pelayanan melakukan pencarian pohon-pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, baik pohon yang sengaja ditanam masyarakat serta pohon pohon.

“Apalagi saat ini dalam tiga bulan terakhir sering hujan disertai angin kencang membahayakan masyarakat akibat adanya proses induksi dan ini kerap menyebabkan listrik padam,” sebutnya saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (23/3/2017)

Selama proses perampasan para petugas selain dilengkapi dengan peralatan keselamatan dan juga peralatan lain berupa tangga fiber untuk menjangkau pohon tinggi, sengget, golok dan gergaji mesin. Dalam satu hari kerja para petugas pemeliharaan rampas pohon bertugas sejak pagi sekitar pukul 08:00 WIB dengan wilayah jangkauan sekitar 8 kilometer membentang di wilayah Kecamatan Ketapang hingga Bakauheni, Kecamatan Sragi dan Kecamatan Palas.

Wilayah jangkauan para petugas tekhnik kantor jaga Ketapang PLN Rayon Kalianda meliputi sebanyak 106 gardu. Selama proses perampasan pohon Adi mengaku banyak pohon yang ditebang diantaranya jenis pohon buah buahan mangga rambutan, jambu, akasia, karet, pelepah sawit, akasia jumbo serta tanaman peneduh lainnya.

“Sebelum pelaksanaan perampasan pohon dilakukan pemadaman pohon selama tiga jam agar petugas tidak kuatir akan potensi sengatan listrik dan kita beritahukan kepada warga terlebih dahulu,” sebut Adi Wiyanto.

Adi Wiyanto

Ia juga tak lupa mengimbau masyarakat pemilik pohon di depan rumah merelakan pohon milik penduduk ditebang agar tidak membahayakan dan aliran listrik yang digunakan warga bisa normal sebab selama ini tumbangnya pohon berakibat padamnya listrik secara otomatis. Selain mengikhlaskan warga juga bisa menghubungi petugas pelayanan tekhnik melakukan perampasan pohon secara berkala atau insidensial akibat pohon tumbang.

Dalam pelaksanaan perampasan pohon dalam sehari ia menyebut sebanyak 30-40 pohon berhasil ditebang dengan potensi tumbuh kembali tunas setelah enam bulan selanjutnya dan akan dilakukan pemeliharaan lanjutan.

Selain proses perampasan pohon tugas para petugas pelayanan tekhnik PLN diakui Adi Wiyanto diantaranya pengukuran beban siang trafo distribusi dan inspeksi gardu dilakukan sepekan sekali untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Meski memiliki tujuan menjaga, namun tetap kondisi di lapangan juga menghadapi berbagai kendala, di antaranya masyarakat yang komplain atau tidak boleh ditebang karena pohon produktif.

Jurnalis : Henk Widi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Komentar