Cek Penanganan Korban Pedofilia, LPSK Datangi Mapolres Karanganyar

65

JUMAT, 24 MARET 2017

SOLO — Setelah Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPSI) memantau penanganan terhadap 16 anak yang menjadi korban pedofil di Karanganyar, Jawa Tengah, kini Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yang mendatangi  Polres Karanganyar. Kedatangan LPSK tersebut untuk memberikanpendampingan dan pemulihan psikologis para korban.

Tenaga Ahli LPSK, Susilaningtias.

Menurut tenaga Ahli LPSK, Susilaningtias untuk membantu dalam penangan kasus pedofil yang melibatkan 16 anak di bawah umur, pihaknya membentuk tim untuk memberikan pendampingan. Namun, sebelum tim LPSK turun, pihaknya ingin mengetahui perkembangan penanganan kasus pedofil tersebut. LPSK akan menggali informasi apa saja bantuan yang dibutuhkan para korban.

“Kita ketemu Pak Waka (Wakapolres) untuk meminta informasi sampai sejauh mana penangan kasus itu.Termasuk penangan korban yang telah melibatkan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) serta pendamping dari Polres,” ucap dia kepada awak media, Jumat (24/3/2017).

Keberadaan LPSK dalam kasus pedofil ini, kata Susilaningtyas, lebih kepada penangan kepada korban secara psikis, maupun medis. Oleh karena itu, LPSK juga dijadwalkan bertemu langsung dengan korban beserta tim pendamping yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Menurut LPSK, 16 anak korban kejahatan seksual  rentan menderita sakit, baik fisik maupun psikis. Pihaknya menyiapkan tim psikolog, untuk melakukan pendampingan kepada para korban. 

“Termasuk jika perlu pengobatan, kami siap memberikan pendampingan selama pengobatan. Sebab, para korban ada kemungkinan menderita penyakit akibat kejahatan seksual yang menimpa mereka,” terang dia.

Tak hanya kemungkinan tertular penyakit, para korban pedofil jika tidak diberikan pendampingan psikologis dan medis ke depannya  juga dapat menjadi pelaku kejahatan serupa. Kendala dalam penganan kasus pedofil  selama ini adalah sulitnya keterbukaan korban. Sebab, kasus tersebut selama ini masih menjadi hal yang dinilai tabu dan malu untuk disampaikan kepada orang lain.

“Pasti mereka tertutup, oleh karena itu kita berikan pendampingan  hingga pemulihan agar mereka bisa melanjutkan masa depan, karena saat ini mereka masih anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko menjelaskan, penangan kasus pedofil dengan tersangka Fajrudin alias Udin masih terus dikembangkan. Selain fokus penangan kepada tersangka untuk mengali informasi lain, polisi juga masih memberikan perhatian khusus akan adanya  korban baru dalam kasus ini.

“Agar semakin bisa lebih cepat, penanganan harus sinergi dengan segala pihak. Baik dari LPSK, KPPA maupun pihak lain untuk memberikan bantuan untuk penanganan korban,” tutup Kompol Prawoko.

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko.

Jurnalis: Harun Alrosid/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid

Komentar