Dapat Pinjaman, Murtini Bisa Jualan Peyek, Lagi

0
18

RABU, 29 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Keberadaan Simpan Pinjam Tabur Puja Posdaya Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul, banyak menghidupkan ekonomi warga skala mikro. Tak sedikit warga yang usahanya mati, kembali hidup lagi setelah ada suntikan pinjaman modal Tabur Puja. 

Murtini

Seperti yang dialami penjual peyek, Murtini (42), warga RT 3, Dusun Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul. Ibu dua anak ini mengaku begitu terbantu dengan adanya Simpan Pinjam Tabur Puja Posdaya Ngijo. Selain bisa mendapat pinjaman modal, juga dorongan dan motivasi untuk memulai lagi usahanya membuat dan menjual peyek, yang sempat terhenti akibat terkendala modal. “Sebelum ada Posdaya, saya sudah membuat dan menjual makanan seperti slondok, tales, peyek, dan sebagainya. Tapi tak berlangsung lama, karena kehabisan modal. Saya sempat berhenti lama. Baru beberapa tahun ini, saya mulai usaha lagi setelah mendapat pinjaman modal dari Posdaya,” katanya, belum lama ini.

Dengan bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp500.000 yang dipinjamnya pada 2014, lalu, Murtini bisa memulai kembali usahanya berjualan peyek. Uang pinjaman itu digunakan untuk membeli bahan kebutuhan seperti tepung terigu, telur, minyak goreng. Termasuk juga alat pendukung seperti alat penggorengan, dan lain-lain. “Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan. Biasanya saya menjual peyek dengan menitipkan ke warung-warung di Pasar Piyungan, warung makan, angkringan, dan banyak lagi,” katanya.

Murtini membuat peyek pada malam hari. Lalu, keesokan paginya  peyek buatannya yang diberi nama ‘Peyek Berkah’ itu disetorkan ke sejumlah pedagang. Ada kalanya, Murtini juga kerap mendapat pesanan peyek dari pelanggannya. Seperti dari kader pengurus Posdaya, guru-guru, dan lainnya.”Sehari kadang saya bisa membuat peyek 3 hingga 5 kilogram. Tidak pasti, tergantung ada pesanan atau tidak. Hasilnya, alhamdulillah lumayan, bisa untuk tambahan beli kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Murtini mengakui, keberadaan Posdaya Ngijo memberi dampak positif bagi warga sepertinya. Setiap ada kegiatan, seperti kunjungan-kunjungan, produk peyeknya pun juga selalu ditampilkan. Dari situ, ia bisa mendapat pemasukan lebih banyak dibanding hari-hari biasa. “Saya berharap, Posdaya Ngijo dapat terus membantu warga. Misalnya, memberikan pelatihan cara mengemas produk supaya lebih menarik. Karena terus terang, saya ingin sekali agar kemasan peyek saya ini bisa lebih bagus. Tapi, saya tidak tahu caranya,” ujar Murtini.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar