Di Lamsel, Gas Elpiji 5,5 Kilogram Lebih Diminati

60

JUMAT, 31 MARET 2017

LAMPUNG — Tingginya minat masyarakat akan tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram dengan berat total bersama tabung 7,1 kilogram, membuat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus melakukan pemesanan ke dealer gas elpiji depo Pertamina Panjang.

Proses pengiriman tabung gas yang kosong.

Menurut Azhari, petugas pengawas non Bahan Bakar Minyak (BBM) SPBU COCO 21.101.02, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), pemesanan dilakukan saat stok tabung gas elpiji berbagai ukuran habis dibeli konsumen dengan ukuran tabung mulai dari 3 kilogram berwarna hijau, 5,5 kilogram berwarna merah muda (pink) dan tabung ukuran 12 kilogram berwarna biru. Meski dominan, pembelian oleh masyarakat dilakukan untuk tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, namun ia mengungkapkan saat ini sudah mulai banyak masyarakat beralih ke tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram atau tabung elpiji non subsidi.

Azhari menyebut dengan stok tabung gas elpiji mencapai 350 tabung per minggu, ia menyebut setiap pekan dilakukan pengiriman pada hari Selasa, Rabu dan Jumat untuk menghindari stok kosong. Tabung gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram di SPBU tersebut, diakuinya, dijual dengan harga Rp17 ribu atau lebih murah dari harga di pengecer atau warung warung kecil yang mengambil dari sejumlah agen yang menjual hingga harga Rp19 ribu bahkan Rp20 ribu pertabung. Sementara untuk ukuran 5,5 kilogram dijual dengan harga Rp260 ribu per tabung dalam keadaan kosong dan isi ulang seharga Rp65 ribu sehingga saat membeli perdana dalam keadaan berisi konsumen harus mengeluarkan uang Rp325.000 untuk ukuran gas elpiji 5,5 kilogram.

“Dalam beberapa bulan terakhir, stok selalu aman dan pasokan dari depo oleh penyalur selalu tepat waktu, karena saat kita kehabisan stok dilakukan pemesanan sesuai jumlah kebutuhan dan uangnya langsung kita transfer sehingga pengirim tinggal menandatangani faktur pembelian,” terang Azhari saat ditemui Cendana News, Jumat (31/3/2017).

Ia menyebut, meski sedikit lebih mahal, sebagian konsumen mulai beralih menggunakan tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram selain lebih aman dan awet warga tak perlu memiliki tabung gas dalam jumlah banyak dibandingkan ukuran 3 kilogram. Beberapa konsumen bahkan menggunakan tabung gas ukuran 5,5 kilogram untuk keperluan masak sehari-hari dengan jangka pemakaian sekitar 60 hari dan sebagian hingga 50 hari. Sementara untuk tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram mencapai maksimal 10 hari dan menyesuaikan pola pemakaian. Pengiriman stok dari depo Pertamina Panjang, menurut Azhari, dilayani oleh beberapa dealer di antaranya PT. Patra Serba Guna dan juga PT. Tunas Adjie Perkasa dengan pengiriman dari 30-60 tabung sesuai jumlah tabung yang kosong di ruang penyimpanan.

Tabung gas yang kosong.

Ia menjamin, tabung gas dengan ciri khas warna merah muda yang dikenal dengan Bright Gas tersebut dilengkapi dengan fitur tabung yang lebih aman dan lebih menjamin kualitas serta isi elpiji dalam tabung. Tabung tersebut, ungkapnya, bahkan memiliki fitur katup ganda DSVS (Double Spindle Valve System) yang dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung sehingga konsumen lebih terjamin tingkat keamanannya dalam menggunakan gas.

Sementara itu, khusus untuk tabung gas isi ulang ukuran 3 kilogram, Azhari mengungkapkan, masih membatasi penjualan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram hingga 3 tabung perkonsumen. Pembatasan maksimal tersebut dilakukan untuk memprioritaskan konsumen rumah tangga yang mendapat subsidi dari pemerintah untuk keperluan keluarga menengah ke bawah. Pembelian dengan pembatasan tersebut juga untuk menghindari pembelian dalam jumlah banyak oleh sejumlah pengecer yang akan menjual kembali tabung gas yang dijual ke SPBU tersebut.

Meski tingkat pembelian tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram mulai meningkat selama empat bulan terakhir sejak diluncurkan di wilayah Lampung Selatan, namun ia mengakui belum dilakukan penambahan stok. Dari stok sekitar 100 tabung, selalu habis dalam dua pekan dan pihak SPBU berencana menambah stok meski belum dilakukan dalam waktu dekat. Ia juga belum bisa memastikan semakin tingginya permintaan akan tabung gas ellpiji ukuran 5,5 kilogram akan menggeser penggunaan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.

“Sebagian pembeli merupakan konsumen ekonomi menengah ke atas mulai ukuran 5,5 kilogram hingga 12 kilogram, sementara sebagian masih bertahan menggunakan ukuran 3 kilogram,” terangnya.

Semakin banyaknya permintaan elpiji ukuran 5,5 kilogram juga dirasakan oleh pengecer di sejumlah warung. Salah satunya, diakui oleh Roby, warga Desa Kekiling yang sudah tiga tahun menjual tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Ia menyebut, di sejumlah pengecer sesuai dengan permintaan depo beberapa pengecer diwajibkan memiliki satu unit tabung elpiji ukuran 5,5 kilogram jika menjual sebanyak 5 tabung ukuran 3 kilogram. Sehingga jika memiliki sebanyak 20 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram maka harus memiliki sebanyak 4 tabung gas elpiji ukuran 5,5 kilogram.

“Entah ini kebijakan dari mana namun sejak sebulan terakhir sejumlah pengecer memang sudah melakukan hal tersebut. Sepertinya untuk memenuhi permintaan konsumen yang banyak beralih ke tabung non subsidi,” terang Roby saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Roby menyebut, dengan adanya penambahan sejumlah pengecer menjual tabung ukuran 5,5 kilogram, bisa menjadi indikasi banyak masyarakat yang mampu membeli tabung gas elpiji non subsidi. Selain pasca pembayaran uang ganti rugi lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), ia menyebut, kemampuan ekonomi masyarakat terlihat mulai membaik sebab dengan harga elpiji ukuran 3 kilogram di pengecer Rp20 ribu dan Rp70 ribu untuk ukuran 5,5 kilogram tidak ada masyarakat yang mengeluh.

Azhari

Ia bahkan menyebut, masyarakat cenderung tidak mengeluhkan soal harga sebab saat harga elpiji murah namun stok atau barang tidak ada masyarakat tetap kesulitan memperoleh barang. Sementara, saat harga elpiji naik namun stok terpenuhi dengan kenaikan harga yang wajar, masyarakat masih tetap mampu membeli. Selama musim panen padi dan juga jagung, ia menyebut, tingkat penggunaan elpiji ukuran 3 kilogram meningkat ditunjukkan dengan cepat habisnya stok tabung gas elpiji yang dimilikinya, terutama karena sebagian masyarakat banyak menggunakan gas untuk memasak di lahan pertanian selama musim panen ini.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Komentar