Dinas Pariwisata Papua Telusuri Obyek Menarik di Perairan Port Numbay Jayapura

45

SABTU, 18 MARET 2017

JAYAPURA — Mengangkat obyek wisata di perairan Port Numbay, Kota Jayapura, Dinas Pariwisata Provinsi Papua menggandeng Pramuwisata (Tour Guide) Papua bersama sejumlah pelajar menelusuri perairan menggunakan kapal wisata Youtefa Beatiful Jayapura, Sabtu (18/3/2017).

Sejumlah pelajar turut dalam pencarian spot wisata di perairan Jayapura.

“Perjalanan ini untuk melihat spot-spot titik mampir kapal ini, ketika kapal ini nanti beroperasi sebagai kapal wisata milik Pemerintah Kota Jayapura. Sehingga titik spot ini menjadi bagian daya tarik wisata yang ada di Port Numbay, Kota Jayapura,” kata Kepala Sub Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Hans B. Menanti.

Menurut Hans, kunjungan kapal ini pada titik-titik yang nantinya pihak pariwisata memilih, berdampak positif kepada masyarakat yang kampungnya akan disinggahi kapal tersebut. Pihaknya melihat, kapal wisata harus memperhitungkan akses-akses wisata di perairan ini, dengan memperhitungkan secara matang jumlah bahan bakarnya. “Sehingga harga dapat dijangkau wisatawan lokal maupun luar. Dan, pastinya obyek wisata di kota ini  dapat terangkat ke permukaan melalui kunjungan-kunjungan wisata lokal maupun mancanegara,” tuturnya.

Salah-satu spot goa di perairan Jayapura

Kapal Beautiful Youtefa, lanjutnya, sangat mendukung Dinas Pariwisata Kota Jayapura maupun Provinsi Papua sebagai satu fasilitas guna menjual keindahan perairan Teluk Yos Sudarso, Teluk Youtefa. “Ini perlu dikemas destinasi-destinasi atau spot yang baru, dan dengan sendirinya dapat menjadi daya tarik turis. Selain daya tarik yang ada di bibir pantai, gunung, laut pun dapat menjadi daya tarik wisatawan,” kata Hans.

Andre Liem yang telah melanglang buana ke pelosok spot wisata Tanah Papua sebagai pemandu wisata atau pramuwisata (Tour Guide), mengaku sarana kapal wisata ini sudah mewakili kapal wisata yang ada. “Interior kapal dapat membuat perasaan penumpang tak bosan, dan juga kapal ini dapat dijadikan pertemuan-pertemuan, namun tak terlepas juga besar potensi wisata yang dapat disinggahi kapal ini,” kata Andre.

Setiap orang yang ikut kapal ini, lanjutnya, akan membuka ruang ketertarikan untuk mencari tahu apa yang ada di pesisir pantai maupun wisata di darat. “Potensi bahari di Kota Jayapura cukup menjanjikan, terutama potensi pantai seperti di Pantali Clif di antara Skouw Yambe dan Holtekamp. Dengan kapal ini, dapat mengantar penumpang ke lokasi seperti itu,” tutur pria yang kerap dikenal sebagai pecinta alam Papua itu.

Pantai Clif yang dilihat dengan mata kepala sungguh bersih dan indah. Menurut Andre, bila pemerintah mengelola lokasi tersebut, ia yakin dapat mengundang daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun manca negara. “Pantai itu terlihat belum dijamah orang banyak, bersih dan indah. Bila ada air tawarnya lagi, berarti dapat menjadi obyek yang cukup menarik,” ujarnya.

Hans B. Menanti.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepelabuhanan dan Mahkamah Perairan Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Jeremi Tomasoa, mengaku pihaknya terus mempersiapkan kapal tersebut agar dapat digunakan sepenuhnya sebagai trasportasi laut obyek wisata di perairan Kota Jayapura. “Ini merupakan masukan yang baik bagi kami, spot wisata yang menjadi masukan dari parisiwata dapat kami siapkan paket-paketnya,” kata Jeremi.

Pihaknya juga akan memberikan nuansa Port Numbay di dalam kapal wisata tersebut, ditambah dengan pengamanan dalam kapal cukup memadai dengan adanya kamera pengintai CCTV, peralatan medis pertolongan pertama, juga peralatan keselamatan lainnya bagi penumpang kapal tersebut. “Kecepatan kapal untuk kapal wisata ini 5-7 knot, standar untuk menikmati panorama keindahan wisata bahari yang ada di kota ini,” ujarnya.

Guna memberikan kenyamanan kepada calon wisatawan lokal maupun manca negara, kapal seharga lebih dari Rp5 miliar dengan panjang 17,50 meter, lebar 6,5 meter berkapasitas 80 penumpang dengan 5 awak kapal itu didukung dua mesin motor tempel berkekuatan masing-masing 200 Hp, juga difasilitasi 4 kapsul perahu karet kapasitas masing-masing 20 orang, dan 80 rompi pelampung.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar