Edi Suandi, Bercita-cita Ciptakan BOM

71

SELASA, 28 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — “Cita-cita saya yakni menciptakan BOM sehingga dapat mengangkat derajat masyarakat kalangan bawah,” ungkap Edi Suandi, S.Sos.I, M.M., di suatu kesempataan saat bersama-sama dengan Tim Cendana News mengunjungi puluhan Posdaya yang ada di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Edi Suandi

Eit… jangan salah paham dulu, BOM yang dimaksud oleh Supervisor Damandiri Area V Wilayah Sumatera Barat yakni Bank Orang Miskin (BOM), bukan bahan peledak yang sering digunakan oleh para teroris yang mengatasnamakan agama, kelompok dan lain-lain. Kalau peledak yang digunakan itu, bukan membantu kelompok kecil, malah menambah beban.

Cita-cita tersebut berangkat dari keprihatinannya melihat kondisi perekonomian masyarakat. Mereka ada tapi seperti terpinggirkan, kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup terkendala dengan berbagai macam persyaratan. Terlebih dengan kurang pekanya pemerintah untuk mencarikan jalan keluar. Meski saat ini banyak program pemerintah di bidang perekonomian, khususnya, namun efeknya belum maksimal. Hal ini dinilai karena lebih dititikberatkan pada proyek, bukan pada pemberdayaan, sehingga timbal-balik dari masyarakat juga minim.

Pria kelahiran 39 tahun silam ini juga melihat, program kredit usaha rakyat (KUR) yang digadang-gadangkan akan mengangkat kualitas hidup masyarakat bawah banyak yang salah sasaran. Dilihat dari perkembangan, pihak perbankan sepertinya keberatan menyalurkan KUR, ada ketakutan peminjam tidak mampu untuk membayar angsuran.

Edi Suandi di salah satu prasasti peninggalan Pak Harto di Solok.

“Padahal semua orang berhak mendapat kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,“ sebut Almamater Pasca Sarjana Universitas Andalas Padang Fakultas Ekonomi/Manajemen Stratejik tahun 2010 ini.

Pria kelahiran Ampalu Pesisir Selatan, sehari-harinya masuk kampung keluar kampung untuk melihat secara langsung bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berbagai kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam menjalani hidup banyak sekali ditemui oleh Pendiri Koperasi KSU Dewantara Ranah Minang (Derami) di Padang yang menjadi terbaik dua dalam kategori Koperasi Pengelola Tabur Puja dalam Damandiri Award 2017 yang berlangsung di Jakarta, Senin (28/3/2017).

Dalam sudut pandang mantan wartawan LKBN Antara ini, untuk mengembangkan usaha, pedagang kecil, petani dan lainnya sangat sulit untuk mendapatkan sokongan, baik modal, pendampingan hingga pendidikan. Bahkan mereka terpaksa harus menggantungkan suntikan dana dari para rentenir.

Edi Suandi sedang meninjau lokasi pembuatan tahu.

“Banyak pedagang ketek nan indak ado sertifikat tanah, indak ado BPKB motor, baa nyo ka maminjam,” sebut bapak satu anak ini dalam dialek Minang yang artinya, banyak pedagang kecil yang tidak memiliki sertifikat tanah, BPKB yang menjadi syarat untuk meminjam.

Keprihatinannya melihat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan modal menjadi awal dari mantan manajer di sebuah perbankan ini untuk bergabung dengan Yayasan Damandiri sejak 2014. Dua koperasi di Sumbar dijadikan mitra untuk dapat menyalurkan aliran dana, yakni Koperasi Derami di Padang dan Koperasi KPRI Kencana di Kabupaten Solok.

Kerja keras suami Nurmaita, S.PdI yang didukung oleh pengurus Posdaya yang ada di dua daerah membuahkan hasil, dari tahun ke tahun peningkatan terus diraih. Di 2014 tercatat jumlah Posdaya yang ada di Sumbar sebanyak 49 Posdaya, 529 sub kelompok dengan jumlah anggota 4.253 orang. Di 2015, tercatat peningkatan jumlah, yakni 66 Posdaya dengan 1.203 sub kelompok dan jumlah anggota 8.822. Di 2016 tercatat 75 Posdaya dengan 1.450 sub kelompok dan anggota mencapai 11.596 orang.

Edi Suandi akrab berdialog dengan masyarakat menyimak problem yang ada dan mencarikan solusi.

Sebuah prestasi yang membanggakan, namun belum membuat luluasan IAIN Imam Bonjol Padang ini puas untuk membantu masyarakat kecil. Untuk lebih banyak lagi berkontribusi, pria yang mengenyam pendidikan menengah di MTsN dan MAN Balai Salasa ini bercita-cita dapat menciptakan sebuah lembaga perbankan melalui Yayasan Damandiri yang dikhususkan untuk masyarakat kecil, yakni Bank Orang Miskin (BOM) yang sasarannya mengangkat kualitas hidup masyarakat bawah.

Cita-cita mantan manajer ini berangkat dari sistem perbankan yang saat ini lebih berpihak pada pengusaha, sedangkan masyarakat kecil lebih banyak diberikan kesempatan sebagai penabung. Padahal, sebaiknya, perbankan lebih memperhatikan masyarakat bawah yang menjadi sumber utama pendanaan bank.

Selain itu, melihat potensi yang ada di Tabur Puja, Unit Posdaya Yayasan Damandiri, yang saat ini bergerak di koperasi simpan pinjam, sudah selayaknya ditingkatkan menjadi sebuah lembaga perbankan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat kecil yang membuka usaha.

Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: ME. Bijo Dirajo

Profil Singkat Edi Suandi

I. DATA PERSONAL

Nama Lengkap : Edi Suandi, S.Sos.I, MM

Nama Panggilan : Edi

Tempat & Tanggal Lahir : Ampalu/01 Desember 1977

II. LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

Sekolah Dasar 1991 SDN No 41 Ampalu.

Sekolah Menengah Pertama 1994 MTsN Balai Selasa.

Sekolah Menengah Umum 1997 MAN Balai Selasa.

Perguruan Tinggi 2002 IAIN Komunikasi Penyiaran Islam.

Pasca Sarjana 2010 Universitas Andalas Padang Ekonomi/ Manajemen Stratejik.

III. PELATIHAN / KURSUS YANG PERNAH DIIKUTI

Peningkatan Kapasitas SDM Fasilitator dan Pedamping KUMKM 2016 Kementrian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Jakarta.

Pelatihan Pengembangan Posdaya dan Pemetaan Keluarga 2016 Haryono Suyono Center Jakarta.

Diskusi “Trend Perkembangan Kompetensi Lulusan Pascasarjana Ilmu Manajemen dan Bisnis” 2014 Fak. Ekonomi Univ. Andalas Padang.

Pelatihan Pendataan Aplikasi WEB Posdaya 2014 Univ. Tamansiswa Padang.

Pelatihan Manager Kredit Bank Perkreditan Rakyat (Midle Supervisiory Management Training ) 2010 Bank Indonesia Padang.

Training Motivation & Service Quality 2010 BPRS Ampak Angkek Bukittinggi.

Bimbingan Teknis Strategi Perencanaan dan Evaluasi Kewajiban Pajak Serta Penyusunan SPT Tahunan 2010 Mitranata Consulting Padang .

IV. RIWAYAT PEKERJAAN

2004-2007, LKBN Antara, Wartawan

2007- 2008, PT. HKK Group, Pimpinan Cabang Pengelolaan cabang perusahaan Distrobutor.

Januari 2009 – Juni 2010, PT. BPRS Barakah Nawaitul Ikhlas, Account Officer Terbaik, Diangkat menjadi Kepala Bidang.

Juni 2010 – 2011, PT. BPRS Barakah Nawaitul Ikhlas, Kabid. Operasional, Diangkat Menjadi Manager .

Juni 2011 – 2012, PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Barakah Nawaitul Ikhlas Kota Solok, Manager.

2012 – Sekarang, Owner dan Direktur : 1. CV. Rahmadita Abadi 2. CV. Tritex Karya.

2015 – 2016, PT. SUDARA, Representative Officer Wilayah Sumatera Barat.

2014 – Sekarang, Project Management Unit (PMU) Tabur Puja Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (YDSM), Supervisisor Wilayah Area V Supervisi Koperasi peserta Program Skim Kredit Tabur Puja di Padang dan Solok yaitu:

1. Koperasi KSU Derami.

2. KPRI Kencana BKKBN Kab. Solok.

3. Koperasi Hidayah LKKS Padang.

V. PENGALAMAN ORGANISASI

2016, Pendiri Koperasi KSU Derami di Padang, Ketua.

2017 – 2021, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat, Anggota Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga.

2016 – 2021, Pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

Komentar