Edukasi Masyarakat, NTB Perlu Miliki Lembaga Konservasi

47

SENIN, 20 MARET 2017

MATARAM — Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Widada, mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai saat ini belum memiliki lembaga konservasi khusus yang menangani masalah binatang satwa. Padahal keberadaan lembaga konservasi sangat diperlukan untuk terus menjaga dan melestarikan flora dan fauna yang berada dan hidup di kawasan hutan.

Widada

“Paling penting dari keberadaan lembaga konservasi adalah sebagai edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan mencintai binatang satwa serta keanekaragaman flora dan fauna yang ada di dalamnya,” terang Widada di Mataram, Senin (20/3/2017).

Apalagi NTB termasuk dikenal sebagai daerah yang banyak terdapat rusa, jangan sampai hanya dipakai di logo pemerintahan provinsi saja. Juga harus terus dijaga dan dilestarikan, termasuk binatang satwa seperti monyet, burung dan sejumlah satwa lain.

Dikatakan Widada, keberadaan konservasi luar kawasan seperti kebun binatang, taman safari yang dikelola masyarakat juga memiliki peranan penting sebagai tempat edukasi, selain sebagai wahana hiburan.

Monyet di kawasan puncak Sembalun Lombok Timur.  Termasuk binatang yang mulai terancam punah akibat kerusakan hutan.

“Jumlah keseluruhan rusa yang ada di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, baik di kawasan konservasi maupun luar kawasan yang dikelola dan ditangkar masyarakat mencapai 2.000 ekor,” katanya.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Komentar