Eli Barwati, Umur 62 Tetap Setia Bantu Masyarakat Kecil

133

JUMAT, 24 MARET 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Umur bukan menjadi alasan bagi pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) satu ini untuk berhenti membantu masyarakat kecil. Lepas dari tugas di kantor kecamatan hingga kantor wali nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Eli Barwati (62) langsung bergabung dan menjadi penanggung jawab Posdaya Gerakan Membangun Masyarakat (Gerbang Mas) di daerah setempat, tepatnya pada 10 Oktober 2016.

Eli Barwati, penanggung jawab Posdaya Gerakan Membangun Masyarakat (Gerbang Mas) Muaro Paneh.

Berkat keuletannya dalam membantu masyarakat, saat ini tercatat 301 anggota dari Posdaya, dan 124 di antaranya sebagai nasabah aktif Tabur Puja. Selain itu, untuk perputaran uang di wilayah tersebut sudah mencapai Rp688.970.000.

“Dana tersebut disalurkan melalui pinjaman untuk menambah modal masyarakat kecil,” sebut wanita kelahiran 26 September 1955 ini saat disambangi Tim Cendana News.

Dalam penyaluran, Eli sangat memperhatikan betul siapa yang pantas untuk meminjam. Tidak sembarang orang yang diberi pinjaman. Ia melihat dulu kehidupan, perekonomian hingga tekad berusaha masyarakat tersebut. Setelah yakin akan kemampuan, baru disetujui untuk bergabung dengan syarat tergabung dalam kelompok yang beranggotakan minimal enam orang dengan sistem tanggung renteng.

“Hingga saat ini yang menunggak angsuran sangat minim sekali,” katanya menyebutkan bahwa nasabah sangat bertanggung jawab.

Sementara itu, untuk penerima pinjaman, secara persentase tercatat, 30 persen digunakan untuk modal pedagang, 30 persen industri rumah tangga, 15 persen peternak, dan 25 persen merupakan dari petani dan pembudidaya ikan.

Bagi Eli, suatu kebanggaan tersendiri, dapat secara langsung melalui dana Tabur Puja di bawah naungan Koperasi KPRI Kencana Kabupaten Solok yang bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat kecil.

“Di tengah gempuran rentenir, pedagang sayuran, pembudidaya ikan, petani dapat meningkatkan usahanya melalui tambahan modal dengan bunga rendah dan persyaratan mudah,” ungkapnya bangga.

Adanya aliran dana pinjaman tersebut, dia mengklaim, perekonomian masyarakat binaannya di daerah setempat meningkat.

“Bahkan sudah ada yang menambah ragam usahanya,” sebutnya sambil menawarkan kuliner khas daerah yang terbuat dari tepung hasil karya salah satu nasabah Tabur Puja kepada Cendana News.

Tidak hanya itu, penerima aliran dana saat ini sudah ada yang bisa berdikari. Sebelumnya hanya sebagai ibu rumah tangga, kini sudah dapat membuka dua macam usaha hingga nasabah tersebut memiliki dua unit motor dari hasil perputaran uang keuntungan yang diperoleh berkat tambahan modal Tabur Puja.

Pemeo masyarakat, saat ada yang berhasil banyak yang ingin ikut dan mencontoh. Hal tersebut juga dirasakan sendiri oleh ibu yang murah senyum ini. Banyak yang ingin ikut bergabung dan menjadi anggota dari Posdaya Gerbang Mas Muaro Paneh.

“Banyak, banyak bana nan ingin ikuik, tapi kini ko masih keterbatasan dana,” sebutnya dalam dialek setempat yang berati sangat banyak yang ingin ikut namun dana terbatas.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkannya untuk terus membantu sesama. Saat ini, Eli lebih fokus kepada pendampingan dan pembinaan anggota. Bahkan ia berwacana membuka grosir barang dagangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memulai usaha. Ya, meski usianya sudah 62 tahun namun semangat perjuangan (istilah masyarakat setempat, semangat 45) untuk membantu masyarakat kecil tak pernah padam.

Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: ME. Bijo Dirajo

Komentar