Empat Program Utama Posdaya, Dilakukan Terpadu

34

SABTU, 25 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Posdaya Ngijo di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul, meliputi empat bidang utama yang berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Semua itu dilakukan terpadu dan bergotong-royong.

Dusun Ngijo di Srimulyo, Bantul, Yogyakarta

Ketua Posdaya Ngijo, Dwi Hartati menjelaskan, di bidang pendidikan Posdaya Ngijo memiliki berbagai kegiatan pemberdayaan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk anak usia 2-4 tahun, TPA untuk anak-anak belajar mengaji dan Al-Quran, Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), Pendampingan Belajar SD dan SMP hingga Pusat Pelatihan Posdaya.

Di bidang kesehatan, Posdaya Ngijo memiliki berbagai program kegiatan seperti Posyandu Lansia dan Balita, Pasangan Usia Subur atau KB, Bina Keluarga Lansia, dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin, senam bersama hingga rekreasi. Serta ada pula kegiatan juru pemantau jentik nyamuk di setiap Kepala Keluarga (KK).

Di bidang lingkungan, salah satu program kegiatan yang dilakukan adalah gerakan kebersihan lingkungan dengan Bank Sampah. Selain itu, terdapat pula perindangan dan penghijauan lingkungan pekarangan rumah dengan tanaman produktif dan bernilai lebih. Hingga pembuatan kandang kelompok ternak dengan pengelolaan limbah yang tertata.

Di bidang keagamaan, antara lain pembentukan Badan Zakat Infaq Sodaqoh, serta pengajian dan tadarusan rutin bagi remaja, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Hingga santunan kain kafan bagi warga yang meninggal, termasuk pemberian santunan bagi warga kurang mampu dan beasiswa bagi anak-anak sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Sejumlah pengurus Posdaya Ngijo

Untuk bidang ekonomi kewirausahaan, Posdaya Ngijo secara aktif terus melakukan upaya pemberdayaan bagi semua warga, agar memiliki usaha. Tak hanya sekedar mengikutkan dalam setiap even kegiatan, warga tak jarang juga diberikan pelatihan. Untuk mendukung permodalan, warga juga diberikan bantuan pinjam modal melalui dana bergulir dari dana simpanan Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). “Banyak sekali perubahan yang terjadi di masyarakat setelah adanya Posdaya. Dulu, warga yang mayoritas tidak memiliki usaha, kini sudah banyak yang memiliki usaha sendiri. Walaupun sekedar usaha mikro, seperti jualan tape, gethuk, peyek, buka angkringan, dan lain-lain,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar