Enam Belas Anak Korban Sodomi Diungkap Polres Karanganyar

104

SENIN, 20 MARET 2017

SOLO — Polres Karanganyar, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Fajarudin alias Udin. Warga Tegalgede, Karanganyar  itu,  mengaku, telah melakukan pencabulan sodomi terhadap 16 korban yang seluruhnya masih anak di bawah umur. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari korban lainnya.

Petugas kawal pelaku sodomi.

“Kasus ini berhasil diungkap petugas saat ada orang tua korban yang melaporkan adanya tindak sodomi. Setelah kita tangkap pelaku dan kembangkan, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan yang sama terhadap 15 anak lainnya,” ucap Kapolres Karanganyar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Ade Safri Simanjuntak, saat gelar kasus, Senin (20/3/2017).

Dari keterangan saksi, kasus pencabulan sodomi terhadap anak  tersebut dilakukan oleh pelaku pada akhir 2016 lalu. Kasus itu pun baru terkuak setelah korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar  (SD) memberitahukan perlakuan tersangka kepada guru. “Setelah itu guru yang bersangkutan memberitahukan kepada orang tua dan pihak keluarga melaporkan ke Polres  pada 15 Maret 2017,” jelas Ade.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dalam rentang waktu 2003-2016, pelaku mengaku telah melakukan sodomi terhadap 16 anak. Umumnya, mereka yang menjadi korban perilaku menyimpang tersebut adalah anak usia 8-10 tahun. Setiap melakukan perbuatan bejatnya, pelaku selalu menggunakan kekerasan dengan cara menarik korban ke lokasi yang sepi. “Pelaku biasanya menarik baju korban dan membawanya  ke tempat sepi. Seperti ditarik ke toilet, gudang, pinggir sungai, dan bahkan di rumah tersangka sendiri,” ungkap Kapolres.

Modus yang dilakukan adalah mendekati dan mengajak korban dengan cara mengiming-imingi untuk mengikuti pelaku. Bahkan, untuk menutup mulut agar korban tidak melaporkan kepada orang tua maupun guru, pelaku memberikan uang sebesar Rp 2.000-Rp 5.000. “Pelaku juga sering menjanjikan untuk memberikan jajan,” sebutnya.

Sejauh ini, korban yang telah melapor ke Polres atas perbuatan pelaku sudah ada 2 orang. Polres Karanganyar masih terus mengembangkan dan mengimbau agar korban lainnya juga melaporkan tindakan menyimpang itu ke Polres Karanganyar. “Parahnya, dalam pemeriksaan terungkap, satu korban itu umumnya disodomi oleh pelaku antara 3-4 kali,” tandas Ade.

Sementara itu, pelaku mengaku sering melakukan  perilaku tersebut karena sering melihat konten porno dari ponselnya. Tak hanya itu, pria yang mengaku bekerja sebagai pemulung itu pernah mendapatkan perlakuan yang sama saat masih remaja. “Saya dulu pernah disodomi juga,” katanya.

Dari kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Kapolres mengimbau agar seluruh orang tua lebih waspada dalam pengawasan anak. Orang tua juga diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik kepada anak agar selalu terbuka untuk menceritakan aktivitas yang telah dijalani selama berada di luar rumah.

Kapolres Karanganyar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Ade Safri Simanjuntak, tunjukkan barang bukti.

“Kepada pelaku kami jerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto:  Harun Alrosid

Komentar