Era Digital, Mudahkan Pelajari Puisi

56

SELASA, 21 MARET 2017
PONOROGO — Memperingati Hari Puisi Sedunia tiap 21 Maret, menilik karya sastra satu ini selalu saja masih banyak diminati terutama bagi kalangan muda. Bukan hanya sebagai bentuk kesenangan pribadi tetapi juga sebagai salah satu bentuk aktualisasi diri saat menuangkan kata-kata indah ke dalam barisan puisi.

Siswa belajar puisi di perpustakaan.

Salah satu guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Bungkal, Puji Hastuti (56) menuturkan, anak muda terutama siswa didiknya saat ini lebih diuntungkan. Karena kosa kata yang digunakan dalam berpuisi tidak hanya terpaku pada kosa kata lama tetapi juga bisa menggunakan kosa kata baru yang lebih modern.

“Kini lebih banyak referensi buku puisi sehingga tidak perlu lagi bingung memikirkan kosa kata yang ingin digunakan, apalagi dengan adanya kehadiran internet,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (21/3/2017).

Menurut Puji, sejak tahun 1987 ia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, pecinta puisi biasanya berasal dari siswa perempuan. Bahkan saat ada tugas maupun lomba menulis dan membaca puisi, selalu siswa perempuan yang maju.

“Kalau siswa laki-laki kurang begitu tertarik dengan puisi, ya memang ada beberapa yang bagus, tapi mayoritas biasanya perempuan yang menonjol,” ujarnya.

Mencintai puisi, lanjut Puji, bisa dengan cara yang mudah. Yakni melihat aktivitas sehari-hari yang bisa dituangkan ke dalam puisi. Mengingat kemajuan zaman dengan adanya internet, memudahkan pecinta puisi belajar dengan baik.

“Kalau dulu kan paling banyak puisi lama, sekarang mulai berkembang puisi baru seperti drama dan sastra kontemporer,” tuturnya.

Salah satu pecinta prosa, Safirah Ishami (24) sering menuangkan rangkaian kata-kata prosais di akun instagram miliknya sejak 2015. Menurut Safirah, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan positif sebagai penyalur hobi.

“Saya senang dengan keindahan kata-kata dalam prosa, saya banyak belajar dari membaca buku maupun referensi dari internet,” tukasnya.

Dalam peringatan Hari Puisi Sedunia ini, ia berharap, karya-karya puisi bisa lebih diapresiasi oleh khalayak umum. Mengingat merangkai kata-kata dalam baris puisi tidaklah mudah, butuh pemikiran yang mendalam. Apalagi dalam menulis puisi juga memiliki aturan tersendiri.

Puji Hastuti

“Semoga karya puisi tetap menjadi salah satu karya yang dinantikan kalangan anak muda,” pungkasnya.

 Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Komentar