Festival Desa Inovatif Diharapkan Dorong Desa Mandiri Secara Ekonomi

0
18
KAMIS, 30 MARET 2017
MATARAM — Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rusman, mengatakan, pelaksanaan Festival Desa Inovatif (FDI) dihajatkan sebagai  ruang menukar pengetahuan dan inovasi desa satu dengan desa lain.
Kepala BPMPD NTB, Rusman.
“Dengan adanya pertukaran pengetahuan, informasi dan inovasi tersebut diharapkan akan bisa menginspirasi desa lain untuk diterapkan dalam kebijakan pembangunan yang dijalankan sehingga bisa mendorong desa bersangkutan mandiri secara ekonomi,” kata Rusman di Mataram, Kamis (30/3/2017).
Ia mengungkapkan, selama ini banyak sekali, ide, gagasan, inovasi dan kreativitas yang dipraktikkan sebagian masyarakat pedesaan dalam memajukan proses pembangunan di desanya, tapi tidak banyak diketahui publik dan hanya diketahui pelaku di desa tersebut.
Ide desa inovasi lahir dari adanya praktik kreatif dari kader posyandu, pengelola TK dalam memajukan desa. Merujuk pada cara-cara kreatif dari yang tidak biasa atau pembaharuan dari inovasi yang sudah ada, tidak saja inovatif tapi juga aplikatif.
“Melalui FDI, kita harapkan NTB tidak saja dikenal sebagai daerah yang kaya akan keindahan dan potensi pariwisata, tapi juga kaya akan desa kreatif dan inovatif,” katanya.
Rusman menambahkan, dalam FDI yang menghadirkan 34 inovasi dari berbagai desa di Kabupaten NTB, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan, panitia menyediakan warung inovasi untuk direkam, ditiru, disebar dan diaplikasikan oleh desa lain.
Sementara itu, Gubernur NTB, Zainul Majdi mengatakan, melalui FDI akan terbangun suatu kepercayaan pada masyarakat pedesaan, bahwa untuk maju tidak harus berhijrah ke kota dengan melakukan urbanisasi dari desa ke kota.
“Tapi dengan berbagai inovasi dan kreativitas dalam menjalankan pembangunan desa akan datang saatnya  masyarakat kota juga datang ke desa,” pungkasnya.
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Komentar