Festival Desa Inovatif, Orang Kota Harus Belajar dari Masyarakat Desa

KAMIS, 30 MARET 2017

MATARAM — Dalam era pembangunan seperti sekarang berbagai kompleksitas muncul menyertai pembangunan seperti adanya  persoalan sosial, ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran.

Gubernur NTB, Zainul Majdi.

Tidak cukup hanya diatasi dengan sekadar membuat kebijakan atau mengandalkan anggaran yang ada. Tanpa dibarengi terobosan, kreativitas dan inovasi, maka kesuksesan proses pembangunan suatu daerah termasuk NTB akan sulit tercapai
.
“Untuk itulah, selain kebijakan dan ketersediaan anggaran, juga diperlukan inovasi dan kreativitas, supaya proses pembangunan yang dijalankan bisa dirasakan manfaatnya. Menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi, saat membuka festival desa inovatif di Taman Budaya NTB, Kamis (30/3/2017).

Inovasi dan kreativitas itu telah banyak dilakukan masyarakat pedesaan dalam mengelola pembangunan di pedesaan melalui pendekatan tata nilai kearifan lokal, baik di bidang sosial kemasyarakatan maupun ekonomi.

Terbukti dengan inovasi dan kreativitas tersebut, sebagian masyarakat desa bisa tetap berdaya, tanpa harus kehilangan identitas yang selama ini ada dan terbangun sebagai masyarakat pedesaan yang heterogen.

“Dibandingkan kota, masyarakat desa sesungguhnya lebih kreatif dan inovatif. Karena itulah masyarakat kota harus banyak belajar dari masyarakat pedesaan. Dengan modal sedikit, mereka bisa sukses melakukan pembangunan,” katanya.

Ditambahkan Majdi, melalui festival desa inovatif, merupakan momentum mengingatkan bahwa sebagian besar masyarakat juga bermukim di desa. Jika masyarakat desa dalam jumlah yang  besar mampu memanfaatkan inovasi dengan sebaik-baiknya, maka desa akan cepat maju dan akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah secara keseluruhan.

Desa inovatif juga membuka mata bahwa ternyata di desa banyak melahirkan karya, baik teknologi, sistem maupun tata cara yang memudahkan kehidupan masyarakat yang selama ini seringkali tersemat stereotipe  dengan nilai keterbelakangan dan ketidakberdayaan.

“Ternyata di balik itu semua ada nilai baik, ada karya yang luar biasa yang bisa dikembangkan menjadi sumber peningkatan pendapatan masyarakat desa, menjadi emberio aktivitas ekonomi maupun cikal bakal pola pembangunan desa,” pungkasnya.

Zainul Majdi membuka festival desa inovatif.

Diharapkan ke depan dari festival desa inovatif ini lahir pula festival wisata desa, festival budaya desa dan sejumlah festival lain sehingga semua desa maju di NTB.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Komentar