Generasi Cerdas, Kunci Menangkan Persaingan Antar Negara

56

SABTU, 25 MARET 2017

JAKARTA — Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, generasi mendatang akan menjadi tumpuan bagi bangsa Indonesia dalam bersaing dengan negara lain,  untuk menjadi negara yang maju dan berdaulat.

Presiden Joko Widodo saat membagikan KIP

“Saya hanya ingin mengingatkan, negara ini akan menjadi kuat ekonominya dan mampu bersaing, kalau anak-anak pintar dan sehat. Karena persaingan antar negara ketat sekali. Anak perlu disiapkan sedini mungkin. Jangan sampai ada yang kurang gizi,” ujar Presiden Joko Widodo, saat membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kunjungan kerjanya di Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017).

Dalam keterangan persnya, Presiden Joko Widodo membagikan KIP kepada para pelajar, KIS kepada orang dewasa, dan PKH kepada sejumlah keluarga. Melaui KIP, anak SD akan mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar Rp450.000, SMP sebesar Rp750.000, SMA sebesar Rp1 juta. “Anak-anak semua harus pintar belajar, SD pintar naik SMP, pintar naik ke SMK/SMA, naik lagi ke perguruan tinggi. Kalau pintar, nanti ada beasiswa LPDP untuk perguruan tinggi,” kata Presiden.

Presiden juga mengatakan, untuk PKH, satu keluarga akan mendapatkan Rp 1.890.000 dalam satu tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, modal usaha, dan lain-lain. Dalam kesempatan itu pula, Presiden Jokowi juga memberikan bantuan Program Makanan Tambahan kepada Ibu hamil, balita, dan anak-anak. “Jangan sampai ada yang kurang gizi, tidak boleh, harus sehat, tinggi, pandai, pintar, ini yang kami harapkan ke depan. Karena ke depan persaingan semakin ketat,” tambahnya.

Jurnalis: Bayu Arsita M/Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Komentar