Getawatu Perkenalkan Seni Terarium Lewat Workshop

190

SABTU, 19 MARET 2017

MALANG — Keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk tidak dapat menikmati keindahan dari sebuah taman yang diisi dengan berbagai jenis tanaman hias. Dengan memanfaatkan wadah transparan yang terbuat dari kaca maupun plastik, sebuah taman berukuran mini dapat dinikmati keindahannya secara langsung.

Terarium lumut

Seni menanam tanaman dalam wadah transparan ini biasa disebut dengan Terarium. Bertempat di My Kitchen, Pandu dari Getawatu mencoba mengadakan sebuah workshop pembuatan Terarium yang diperuntukan bagi masyarakat, khususnya warga di Kota Malang. “Workshop Terarium ini adalah acara pertama dari kami Getawatu yang bergerak di seni pernak-pernik dari kayu dan batu. Melalui workshop ini kami ingin berbagi informasi ke masyarakat, bahwa semua orang  bisa membuat kesenian semacam terarium maupun lainnya. Dan kebetulan di Malang sendiri belum banyak orang  yang tahu mengenai terarium,” jelasnya, kepada Cendana News, Minggu (19/3/2017).

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan, workshop terarium dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pukul 08.00-10.00 WIB dan sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB. Untuk dapat mengikuti workshop terarium dikenai biaya sebesar Rp. 185.000. “Biaya tersebut sudah termasuk alat dan bahan untuk membuat terarium dan hasilnya bisa dibawa pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Endra Ade Winata sebagai pemberi materi workshop menyebutkan ada beberapa bahan yang diperlukan untuk membuat terarium, di antranya kerikil, serbuk kayu, tanah atau kompos dan berbagai elemen dekorasi. “Komposisi medianya yakni  batu kerikil untuk lapisan pertama, lapisan kedua ada serbuk kayu, kemudian lapisan ketiga ada tanah atau kompos. Kemudian baru elemen dekorasi seperti pasir, batu-batuan dan aksesoris seperti rumah-rumahah diletakkan di lapisan paling atas bersamaan dengan tanaman,” terangnya.

Pandu dan Endra

Berawal dari sekedar hobi dan belajar secara otodidak sejak 2012, Endra mulai menekuni dunia pembuatan terarium yang kini justru mampu memberikan keuntungan secara komersial baginya. Menurut Endra, sebenarnya semua jenis tanaman apa saja bisa dipakai terarium, namun saat ini Endra lebih memilih menggunkan lumut untuk terarium buatannya. “Lumut memiliki kelebihan bisa dibuat dekorasi lebih mudah, karena bisa dengan mudah dipotong  sesuai  ukuran  plot-plot yang kita tentukan sendiri,” akunya.

Untuk perawatan terarium jenis lumut , yang paling penting yaitu menjaga kelembapan dan pencahayaan. Kelembaban ketika wadahnya dibiarkan tertutup, maka tidak perlu untuk sering disiram. Tapi, ketika wadah dalam kondisi terbuka, maka sesekali harus disiram sesuai kondisi cuaca. Karena ketika kondisi cuaca kering, biasanya pingmen hijau pada lumut akan memudar. “Terarium kreasi saya biasanya saya jual dengan kisaran harga  Rp60-300 ribu, tergantung disain dan besar kecilnya ukuran. Selama ini, peminat terarium kebanyakan adalah mahasiswa,” ungkapnya.

Saat ini, usaha terarium sudah mulai berkembang di Yogyakarta. Tetapi, jika di Malang sepertinya baru akan mulai dikembangkan. Hal yang menjadi permasalahan dalam bisnis ini adalah barang tidak bisa dikirim, karena ketika dikirim dan terkena goncangan pasti tatanan terariumnya akan menjadi berantakan.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar