Go Gegog, Kuliner Pedas Khas Ponorogo

109

MINGGU, 19 MARET 2017

PONOROGO — Mengulik makanan khas Ponorogo, selain sate, ada satu lagi kuliner yang wajib dicoba. Namanya, Go Gegog, singkatan dari Sego Genem Godhong Gedhang, yang memiliki cita rasa pedas dan lezat yang menempel di lidah penikmatnya.

Go Gegog

Sego berarti nasi, genem berarti dibungkus, godhong berarti daun dan gedhang berarti pisang. Jadi, Sego Genem Godhong Gedhang adalah nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang. Pemilik warung Go Gegog, Hadi Purnomo (55), menjelaskan, awal mulanya ia merupakan seniman reog Ponorogo, bahkan hingga saat ini ia juga mengetuai kelompok kesenian reog di kampungnya yang berada di Jalan Puspowarno, Kecamatan Tambakbayan.

Kecintaannya akan kota yang membesarkannya tidak hanya sebatas kesenian, tapi juga pada kulinernya. “Saya pun memilih Go Gegog sebagai kuliner yang perlu dilestarikan, warisan nenek-moyang orang Ponorogo,” jelasnya, kepada Cendana News, Minggu (19/3/2017).

Mbah Pur, sapaan akrabnya, menambahkan, Go Gegog terdiri dari nasi dan lauk yang dikukus bersama dengan menggunakan daun pisang sebagai pembungkus. Lauk Go Gegok inilah yang khas menimbulkan rasa pedas dan lezat, terbuat dari parutan kelapa yang dicampur dengan rempah-rempah serta diberi daun kemangi. “Pilihan lauknya ada jamur, jeroan ayam, ikan salem, tempe lamtoro, ontong dan daging ayam,” katanya.

Satu bungkus Go Gegog dijual seharga Rp5.000. Warung Mbah Pur ini buka setiap hari mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Selain harganya yang murah, Go Gegog memang paling pas dinikmati saat perut terasa lapar. Aroma bumbu rempah yang khas serta nasi yang disajikan saat masih hangat menimbulkan sensasi lezat bagi para penikmatnya.

Hadi Purnomo

Go Gegog ini hanya tersedia di warung Mbah Pur yang merupakan satu-satunya warung yang masih menyediakan Go Gegog di Kota Ponorogo. Potensi ekonomi ini dimanfaatkan betul oleh Mbah Pur. “Per bulan, omzetnya bisa sampai jutaan, sehari saya mampu menjual puluhan bungkus Go Gegog,” tandasnya.

Salah-satu pelanggan tetap warung Go Gegog, Gayuh Satria (29), mengaku ketagihan dengan Go Gegog. Bahkan, sekali berkunjung ia mampu menghabiskan dua bungkus nasi. “Di sini belinya langsung dibungkus daun pisang, saya biasanya langsung habis dua bungkus, selain murah juga karena rasanya yang lezat bikin ketagihan,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti

Komentar