Gubernur : Perlu Kajian Menyelamatkan Danau Maninjau

0
15

RABU, 22 MARET 2017

PADANG — Pada kesempatan memperingati Hari Air Sedunia (HAS) 2017 yang jatuh pada hari ini, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayinto meminta kepada Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA), agar GN-KPA melakukan kajian mendalam dan penelitian untuk menyelamatkan Danau Maninjau.

Danau Maninjau yang berada di Kabupaten Agam.

Gubernur tidak menginginkan, adanya penyataan yang tidak memiliki kajian yang jelas yang menyebutkan penyebab menurunnya kualitas air di Danau Maninjau. Penurunan kualitas air di danau itu diduga menyebabkan ratusan ton ikan mati hingga saat ini.

“Kepada Pokja, sebelum rumuskan action-plan, kaji dan teliti dulu, supaya action-plan nya nanti bisa tepat sasaran. Bukan katanya-katanya saja, yang benarnya apa,” kata Irwan Prayitno saat memberi sambutan, dalam acara Peringatan HA) ke-XXV dengan tema “Air dan Limbah: Lestarikan Sumber Air, Selamatkan dari Pencemaran” yang digelar di tepi danau Maninjau, Rabu (22/3/2017).

Ia mengatakan, ada sumber yang menyebutkan bahwa penyebab banyaknya ikan mati ialah faktor keramba, belerang, limbah rumah tangga, dan ada yang menyebutkan PLTA. Menurutnya, untuk memastikan itu, perlu dikaji dan diteliti terlebih dahulu, dan tidak bisa asal disebut tanpa ada penelitian.

Irwan melihat, apabila proses pengkajian dan penelitian terhadap akar permasalahan rampung dilakukan, langkah berikutnya yakni menyamakan persepsi tentang manfaat, arti, serta kondisi Danau Maninjau yang hendak dicapai.

Setidaknya, ada tujuh poin yang dipaparkan gubernur, bagi program GN-KPA. Seperti pengelolaan ekosistem danau, pemanfaatan sumber daya air danau, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi danau, penyiapan langkah, pengembangan kapasitas kelembagaan, peningkatan peran masyarakat, dan pendanaan yang berkelanjutan.

“Untuk mendukung semua ini, tentunya adanya peran masyarakat, yang harus menjaga sumber air bersih dari limbah dan pencemaran, termasuk di Danau Maninjau tersebut. Mari jaga semua sumber air, jangan sekali-sekali buang limbah karena bisa mencemari,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Jurnalis: Muhammd Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar