Gubernur Sumbar Apresiasi Kelompok Tani Binaan Bank Indonesia

37
JUMAT, 17 MARET 2017
PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, menghadiri acara Temu Lapangan Pengembangan Kluster Hortikultura yang merupakan binaan Bank Indonesia yang digelar di tengah kawasan perkebunan dan lahan pertanian milik Kelompok Tani (Keltan) Bina Bersama di Kelurahan Koto Baru Payo Basuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kanan) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumbar, Puji Atmoko, saat memetik cabai merah milik kelompok petani.
Pada kesempatan tersebut, Irwan Prayitno mengapresiasi secara khusus kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, yang telah memberikan perhatian dan pembinaan kepada Keltan Bina Bersama. Menurut Irwan, perhatian dan pembinaan kepada petani adalah salah satu kunci untuk meningkatkan produksi pangan dan menjamin terjaganya ketahanan pangan di Sumbar. 
“Saya berharap agar petani di sini tidak merasa rendah diri, apalagi berpikir melalui usahanya mereka tidak bisa sejahtera dan hidup layak.  Kemarin ketika saya berkunjung ke Sungai Nanang, kondisi petani sudah termasuk sejahtera,” jelasnya, Jumat (17/3/2017). Di sana, lanjut Irwan, petani ada yang sudah bisa beli Fortuner.

“Jadi, jangan merasa rendah diri. Tetaplah bersemangat,” katanya.

Menurut Irwan, pentingnya perhatian terhadap petani cabai merah tersebut, karena cabai merah merupakan komoditas utama yang sering mempengaruhi inflasi di Sumbar. Penanaman komoditas cabai merah oleh Keltan Bina Bersama ini, kata Irwan Prayitno, diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga dan mengendalikan inflasi Sumbar. 
“Bagi bapak dan ibu jangan khawatir, karena pemerintah sangat mendukung bapak dan ibu dalam menanam cabai. Karena untuk menanam cabai tidak harus punya lahan yang luas, manfaatkan lahan pekarangan tumah juga bisa,” kata Gubernur.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia selama 3 tahun ini, ke depan Keltan mampu mandiri dan dapat mengelola usaha komoditas hortikultura secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Puji Atmoko, mengatakan,  Keltan Bina Bersama merupakan salah satu kelompok yang masuk dalam program lapangan Bank Indonesia dalam rangka membantu mengendalikan inflasi. Selain Keltan Bina Bersama, Bank Indonesia juga telah melakukan program yang sama, antara lain di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang Panjang dengan komoditas sapi perah.
“Ke depan Bank Indonesia berencana akan menerapkan program yang sama di Sungai Nanang, Kabupaten Solom dalam waktu dekat,” ucap Puji.
Ia menjelaskan, Kelompok Tani Bina Bersama sendiri merupakan salah satu kelompok petani yang telah dibina oleh Bank Indonesia sejak 2015 lalu, dengan komoditas utama holtikultura, khususnya cabai merah. Bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, antara lain dengan memberikan bantuan teknis serta sarana dan prasarana pertanian, serta mendorong peningkatan kualitas petani dalam mengelola komoditas holtikultura.
Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Komentar