Gulai Taboh Nangka dan Rebung, Kuliner Khas Santan di Lampung

230

MINGGU, 26 MARET 2017

LAMPUNG — Bagi masyarakat Lampung, hidup berdampingan dengan alam pegunungan dan melimpahnya hasil kebun membuat sumber bahan makanan khas Lampung mudah diperoleh. Salah satunya, Melasa Mukha (melasa muda) atau dalam bahasa nasional disebut nangka muda, yang biasanya dimasak dengan santan.

Gulai taboh rebung

Selain itu, juga tunas bambu muda atau dikenal dengan sebutan rebung, yang banyak diperoleh di pinggir sungai. Salah satu rumah makan di Kalianda, Lampung Selatan, menyajikan kuliner khas Lampung berbahan nangka muda dan rebung itu, yang disebut gulai taboh nangka muda. Pemilik rumah makan tersebut, Rohman (52) dan Sur (50), masih melestarikan makanan dengan sebutan gulai taboh tersebut. Juga makanan lain seperti pekhos asin atau dikenal sayur asam dan makanan lain yang begitu disukai masyarakat Lampung.

Menurut sang ahli masak, Eka (27), gulai taboh merupakan makanan kuliner dari daerah Lampung yang biasanya berisi khattak atau kacang, seperti kacang panjang, kacang merah, rebung, nangka muda, daun kelapa muda atau kabhing atau pondoh kelapa. “Intinya, makanan gulai taboh merupakan makanan berbahan santan yang dipilih dari kelapa pilihan yang cukup tua, sehingga bisa diperoleh santan kental berkualitas,” ungkap Eka, saat ditemui Cendana News, Minggu (26/3/2017).

Eka

Eka hampir setiap hari menyediakan sayur gulai taboh dan pekhos asin untuk pelanggannya. Sementara, gulai taboh nangka selalu tersedia dan khusus untuk gulai taboh rebung dibuat menyesuaikan musim, karena rebung mulai sulit diperoleh. Selain gulai taboh nangka, rumah makan tersebut juga membuat gulai taboh nangka dengan aneka isian atau campuran, di antaranya kacang, melinjo atau tangkil dan kacang-kacangan. Gulai taboh nangka kerap disajikan bersama ikan bakar, ayam goreng, serta berbagai lauk lainnya, sementara untuk ayam bakar pelanggan lebih memilih pekhos asin.

Salah satu pelanggan, Adi (30), mengaku menyukai kuliner gulai taboh nangka muda saat disajikan dalam kondisi hangat, karena aroma dari santan dan bumbu lengkuas merangsang nafsu makan. Gulai taboh nangka memiliki rasa khas seperti bumbu semur atau gulai ayam, sehingga kerap dinikmati bagi pelanggan dalam kondisi hujan. “Kalau lagi tidak nafsu makan, biasanya saya minta dibuatkan sendiri di rumah oleh istri dan disajikan dalam kondisi hangat ditambah sambal pedas,” ungkap Adi.

Penasaran dengan gulai taboh rebung dengan bahan dasar santan yang kental, Cendana News mencoba mencari rumah makan lain di bilangan Jalan Lintas Sumatera. Ada Warung Bu Yati, yang kerap ramai dikunjungi pelanggan yang akan menuju ke Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya ke arah Bandarlampung.

Gulai taboh rebung kerap disajikan dengan sambal terasi

Yati (36) mengaku mendirikan rumah makan miliknya sejak lima tahun silam, dengan sajian gulai taboh rebung dan gulai taboh nangka. Bahan baku pembuatan gulai taboh rebung kerap sukar diperoleh, terutama pada musim kemarau. Sebab, masa pertunasan rebung atau bambu muda lebih lambat dibandingkan kala musim hujan. “Selain susah diperoleh, pengolahan rebung lebih sulit dibanding mengolah nangka yang lebih cepat dan mudah,” ungkap Yati.

Khusus bahan baku rebung, sebelum diolah menjadi gulai taboh harus direndam dalam air bersih dan mengalir, dan harus terlebih dahulu direbus hingga matang. Sementara itu, untuk dijual Yati mengaku selama ini membeli rebung siap olah dari pasar dan dimasak menjadi gulai taboh rebung yang disajikan bersama lauk lainnya.

Untuk menciptakan gulai taboh rebung dengan cita rasa khas, terkadang ditambahkan daun melinjo muda atau dikenal masyarakat dengan “daun so” lengkap dengan kroto atau melinjo muda yang masih menempel di tangkai. Sebagai penambah cita rasa gulai taboh atau santan rebung lebih nikmat disajikan dengan sambal terasi cabai hijau.

Bu Yati

Yati menjual gulai taboh rebung seharga Rp8.000 seporsi. Selain gulai taboh rebung, Yati juga membuat gulai taboh kacang dengan gulai taboh nangka muda. Ia menyebut, rata-rata rumah makan di Kalianda menyediakan gulai taboh dengan bahan beraneka rupa, di antaranya gulai taboh iwa atau gulai santan ikan, kentang, rebung, nangka dan kacang.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar