Gus Sholah Ajak Masyarakat Meneruskan Perjuangan KH Hasyim Muzadi

0
15

KAMIS 16 MARET 2017
MALANG — Di antara ribuan pelayat yang datang di Pondok Pesantren Al-Hikam, Pembina Ponpes Tebuireng Jombang KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah juga terlihat hadir untuk mengantarkan jenazah KH. Achmad Hasyim Muzadi yang meninggal hari ini, Kamis, (16/3/2017). 

Gus Sholah.

Sesampai di rumah duka dan bertemu keluarga almarhum, Gus Sholah kemudian sempat memimpin dan menjadi Imam Salat Jenazah.

“Kondisi KH.Hasyim Muzadi selama dua bulan terkhir ini terus menurun. Dan hari ini kita semua kehilangan tokoh ulama besar tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, sepeninggal KH. Hasyim Muzadi Nahdathul Ulama (NU) harus bisa menentukan posisinya dengan baik. NU tidak boleh menjadi alat politik. NU harus berdiri diatas semua kekuatan, ucapnya.

Lebih lanjut Gus Sholah menyampaikan bahwa KH. Hasyim Muzadi adalah tokoh ulama besar yang tidak pernah berhenti memikirkan umat dan bangsa Indonesia. Sampai di hari-hari terakhirnya, beliau masih berpesan kepada kita semua untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

“Oleh sebab itu mari kita semuanya untuk bisa meneruskan perjuangan KH. Hasyim Muzadi, para orang tua dan guru-guru kita di waktu yang lalu. Kami berharap agar masyarakat semua mau memaafkan kesalahan beliau dan semoga dosa beliau diampuni Allah serta amalnya di terima Allah. Keluarga yang ditinggalkan juga semoga diberi kekuatan, ketabahan serta kesabaran,” ungkapnya.

Sekilas mengenai Achmad Hasyim Muzadi. Lahir pada tanggal 8 Agustus 1944 di Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Almarhum sempat menjabat sebagai Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (1999-2004 dan 2004-2009). Dari pernikahannya dengan Hj. Mutammimah, KH.Hasyim Muzadi dikaruniai enam orang (3 putra dan 3 putri).

Jurnalis: Agus Nurchaliq/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Agus Nurcholiq

Komentar