Hina Lembaga Dewan, Sekretaris Gapensi Sikka Harus Diproses Hukum

43

RABU, 29 MARET 2017

MAUMERE — Pernyataan Sekretaris Gapensi Sikka, Paul Papo Belang, soal adanya oknum anggota DPRD Sikka yang menjadi Papalele atau jual-beli proyek sudah mencemarkan nama baik dan menghina lembaga dewan yang terhormat sehingga harus diproses hukum.

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka, Silverius Florentinus Angi, kepada Cendana News di kantor DPRD Sikka, Rabu (29/3/2017) sebelum rapat paripurna DPRD Sikka membahas LKPJ Pemerintah.

Dikatakan Siflan, saat didesak dalam pertemuan antar pimpinan fraksi dan pimpinan dewan, Papo tidak mau menyebutkan nama enam anggota dewan yang dikatakan sebagai calo proyek. Sampai dirinya ditembak mati sekalipun. Jadi menurut  Siflan, Papo sudah memfitnah anggota DPRD dan lembaga DPRD Sikka.

“Saya mau sampaikan kepada masyarakat, Papo menghina lembaga DPRD Sikka tapi kenapa pimpinan tidak mau memprosesnya dan seharusnya pimpinan mengagendakan dengan anggota melaporkan Papo secara resmi ke polisi,” tegasnya.

Ditambahkan Siflan, dirinya sejak awal secara tegas meminta agar Papo dilaporkan ke polisi sementara  anggota DPRD lainnya tidak mau. Kalau diproses hukum, anggota dewan yang terima uang dan kontraktor yang memberikan uang juga pasti dihukum.

“Ini penting agar lembaga dewan yang terhormat mempunyai marwah dan citra yang baik di mata masyarakat Kabupaten Sikka,” sebutnya.

Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP, saat ditemui Cendana News di ruang kerjanya usai rapat paripurna Rabu (29/3/2017) menegaskan, tidak ada keputusan lembaga DPRD Sikka untuk melaporkan Papo selaku Sekretaris Gapensi Sikka ke polisi.

Bila ada anggota DPRD orang per orang yang memberikan pernyataan soal ini, tegas Ketua DPRD dari Golkar Sikka ini, itu bukan institusi DPRD Sikka, dan kalau sampai pada persoalan hukum itu persoalan perorangan bukan institusi atau lembaga DPRD Sikka.

Dalam pembicaraan terakhir, lanjut Rafael, dewan ingin agar situasi di Kabupaten Sikka berjalan dengan nyaman dan jangan ada pernyataan-pernyataan yang ambisius serta menghasilkan sesuatu yang tidak nyaman. Diharapkan sikap-sikap DPRD selanjutnya merupakan kesepakatan bersama DPRD Sikka.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sikka, Silverius Florentinus Angi.

“Saat pertemuan dengan Papo ia juga katakan dirinya membawa nama institusi dan dewan juga institusi bila polisi melakukan Pulbaket maka itu merupakan kewenangan polisi,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar