Indahnya Alam Ponorogo dari Puncak Gunung Panggringan

0
19

MINGGU, 19 MARET 2017

PONOROGO — Ponorogo termasuk kota yang dikelilingi perbukitan. Wisata alam banyak tersaji di bumi reog ini. Selain air terjun, kini sedang tren liburan ke puncak gunung sebagai destinasi wisata baru. Salah-satunya di Gunung Pringgitan yang berada di Desa Padas, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Pemandangan dari puncak Gunung Panggringan

Untuk mencapai lokasi Gunung Panggringan tidak sulit. Cukup berkendara sekitar 45 menit dari pusat Kota Ponorogo menuju Kecamatan Bungkal, lalu bisa langsung menuju Desa Bungu hingga menjumpai Desa Padas, karena terdapat tugu yang bertuliskan Desa Padas di sisi jalan raya.

Usai memasuki Desa Padas, bisa langsung bertanya kepada warga, arah menuju Gunung Panggringan ini. Mayoritas warga sudah terbiasa dengan kedatangan wisatawan. Meski kawasan wisata ini belum dikelola oleh Pemerintah, namun sejak tahun 2000 sudah banyak warga yang datang untuk sekedar menikmati pemandangan dari puncak gunung atau sekedar mengambil foto.

Salah-satu wisatawan, Aldila Candra (24), mengaku sering datang berkunjung ke gunung ini bersama teman-temannya. Selain karena lokasinya yang mudah dijangkau, juga karena masih gratis. “Di sini masih alami puncaknya dan mudah dijangkau, selain itu tidak ada biaya masuk alias gratis,” katanya, Minggu (19/3/2017).

Menurut Aldila, parkir kendaraan bisa dititipkan di rumah warga dan tidak dipungut biaya. Potensi wisata puncak gunung ini sebenarnya sudah tersebar, namun sayang perhatian Pemerintah setempat belum ada. “Padahal, puncak gunung ini spot fotonya yang bagus, cocok bagi anak muda,” ujarnya.

Salah-satu spot foto yang menarik di puncak Gunung Panggringan

Meski harus melewati jalan setapak yang menanjak, warga sekitar terutama anak-anak juga sering datang berwisata. Bagi wisatawan yang jarang naik gunung, bisa langsung mengikuti jalan setapak yang sering dilewati warga, sehingga tidak perlu takut salah jalan. “Untuk mencapai puncak, wisatawan harus berjalan sekitar 10-20 menit dari titik awal,” katanya.

Wisatawan lain, Eyin Cahyaningtyas, menuturkan, jika ia juga sering berkunjung ke Gunung Panggringan, karena pemandangannya bagus untuk berfoto. “Ini sebenarnya seperti bukit liar, di puncaknya banyak batu-batu yang bagus, juga pemandangan di bawahnya luarbiasa indah,” katanya.

Menurut Eyin, berkunjung ke Gunung Panggringan tidak akan rugi. Sesampainya di puncak, wisatawan disuguhi pemandangan alam hamparan sawah padi milik warga. “Paling pas ke sini kalau musim hujan namun saat sedang tidak hujan, sehingga rumputnya kelihatan hijau. Kalau musim kemarau kelihatan kering,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti

Komentar