Ini Sate Kambing Muda Khas Tegal

59

SABTU, 18 MARET 2017

SLAWI — Siapa yang tak kenal dengan daging kambing muda yang dibakar, kemudian dibumbui dengan sambal kecap pedas, seperti Sate khas Tegal Sari Mendo? Warung Sate Kambing muda dan sop kambing yang sudah puluhan tahun bercokol di Tegal ini, sudah sangat terkenal dengan rasanya yang khas.

Sate kambing khas Tegal

Pemilik warung Sate Sari Mendo, Bambang Sugiono, ditemui Sabtu (18/3/2017), mengatakan, setiap ada tokoh nasional berkunjung ke Tegal, selalu warung Sate Sari Mendo menjadi rujukan sebagai sajian khas dari Tegal. Sejumlah tokoh nasional yang pernah singgah menikmati kelezatan dari sate Tegal ini antara lain Akbar Tandjung, Teguh Juwarno, Muhaimin Iskandar saat menjabat Menakertrans, dan beberapa tokoh lainnya.

Menurut Bambang, tak kurang dari 500 tusuk sate dinikmati oleh para penggemar sate kambing muda buatannya pada setiap harinya. Hal paling digemari dari para pelanggannya adalah saat makan sate dan minumnya teh poci gula batu khas Tegal.

Bambang mengatakan, kunci dari bisnis kuliner adalah kepuasan pelanggan akan rasa dan harga. Dengan rasa yang enak dan harga yang spesial, maka dengan sendirinya pelanggan akan berdatangan. Lebih khusus lagi adalah mempertahankan kualitas rasa. Jika rasa sudah cocok di lidah pembeli, maka pembeli akan menjadi pelanggan setia dan susah untuk berganti warung.

Pria lulusan sarjana ekonomi sebuah universitas swasta di Tegal ini, mengaku lebih memilih mendirikan cabang Warung Sarimendo daripada mengabdi pada sebuah instansi atau perusahaan, meski pernah ditawari bekerja di sebuah perusahaan. Sekarang, Sari Mendo sudah mempunyai beberapa cabang di Slawi, dan Adiwerna. “Bagi saya, berbisnis merupakan wasilah dari Nabi, apalagi saya berbisnis mewarisi hasil kerja keras yang dibangun oleh orangtua. Ini menjadi ibadah saya,” katanya.

Bambang Sugiono (berpeci)

Sementara itu, Agus Miftah (28), seorang pelanggan yang ditemui pada hari yang sama mengaku telah menjadi pelanggan sejak 2007. Menurutnya, Sate Sari Mendo itu dagingnya empuk, apalagi sambal kecapnya pedas sangat terasa di lidah.

Berkait rasa dan empuknya daging kambing itu, Bambang enggan mengatakan, karena merupakan resep rahasia. Sedangkan, banyaknya warung sate di Tegal saat ini, menurutnya tak begitu berpengaruh. “Memang di Tegal banyak sekali warung sate kambing dan sop kambing, tapi kami punya resep dan cara memasak yang khusus, sehingga kami bisa bertahan sampai sekarang,” pungkasnya.

Jurnalis: Adi Purwanto/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adi Purwanto

Komentar