IPM Kabupaten Tegal Peringkat 32 di Jawa Tengah, Pengamat: Pemda Harus Benahi Pendidikan

333

KAMIS 16 MARET 2017

TEGAL  —  Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal menyebutkan  Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Tegal menduduki peringkat ke 32 dari 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah. Sesuai data 2015 di mana Angka Harapan Hidup Saat Lahir (AHH) adalah 70.9, yang berarti  usia / harapan hidup warga Kabupaten Tegal 70,9 tahun atau hampir 71 tahun.   

Kasi IPDS  Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal Hayun Kartika.

Sementara Angka Harapan Lama Sekolah 12 tahun,  tetapi Rata –rata Lama Sekolah (RLS/MYS) atau realitas lama sekolah warga Kabupaten Tegal hanya 6,3 tahun. Sedangkan pengeluaran per kapita menunjukkan Rp8,367 juta / tahun. Dari hasil tersebut, setelah diolah dalam data ternyata IPM Kabupaten tegal mempunyai skor 65,04 yang masuk dalam kategori IPM sedang.

Menurut Kasi  IPDS   (Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik)  BPS  Kabupaten Tegal Hayun Kartika, Indeks Pembangunan Manusia merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah, tetapi proses pembangunan IPM tidak instan. membutuhkan waktu yang cukup lama dan konsisten.

“Untuk menyebutkan apakah berada pada peringkat 35 itu mengembirakan atau tidak, itu bukan kapasitas BPS menilainya. Tetapi  menurut saya bisa jadi IPM sebuah daerah itu tinggi karena daerah itu menjadi pusat bisnis dan industri sehingga banyak masyarakat pendatang di sana. Kami dari BPS hanya sekadar memberikan informasi hasil pengolahan data secara independen. Semoga bisa menjadi bahan rujukan dalam membuat sebuah kebijakan,” papar Hayun kepada Cendana  News, Kamis,(16/3/2017).

Tambahnya Indeks Pembangunan Manusia hakikatnya sangat luas, akan tetapi konsep  dasar dari pembangunan manusia itu sendiri adalah pertumbuhan positif dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, dan lingkungan, serta perubahan dalam kesejahteraan manusianya.

Sementara dalam kesempatan berbeda pengamat  sosial di Kota Tegal Fatchudin, S.Hi, M.Hi mengingatkan  peningkatan IPM agar lebih baik harus diprakarsai oleh Bupati yang memiliki komitmen kuat dan didukung oleh seluruh stakeholder hingga partisipasi masyarakat. Komponen dasar yang perlu dibenahi adalah angka pendidikan dan kesehatan. Pemda harus mengupayakan program program penunjang untuk mengurangi anak putus sekolah.

“Bila perlu diberikan dana pendampingan untuk mengantarkan anak yang kurang mampu agar bisa mengenyam pendidikan minimal sampai SMA. Karena di Kabupaten Tegal masih banyak anak anak baik di wilayah perkotaan hingga pelosok desa yang masih minim pendidikannya,” ujar staf pengajar sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Tegal ini saat dihubungi Cendana News, Kamis (16/3/2017).

Sementara untuk kesehatan Fatchudin menyebutkan Pemkab seharusnya bisa memaksimalkan peran fasilitas kesehatan dari rumah sakit hingga puskesmas.

“Saya lihat saat ini pelayanan di RS dan Puskesmas milik daerah kurang maksimal.  Sering adanya diskriminasi saat pelayanan pasien.  Saya kira kalau pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam pembangunan, maka prestasi pembangunan manusia lainya akan mengikuti,” pungkas Fatchudin.

Jurnalis: Adi Purwanto /Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adi Purwanto

Komentar