Jarang Ada, Posdaya Sejahtera Punya Kegiatan Sosial Peduli Nasabah

0
14

KAMIS, 30 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Sejahtera yang merupakan salah satu Posdaya Mandiri yang berada di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), memiliki cara tersendiri dalam hal kepedulian terhadap para nasabahnya, yakni melakukan kegiatan sosial peduli nasabah yang mengalami musibah.

Ketua Posdaya Sejahtera, Latifah.

Ketua Posdaya Sejahtera, Latifah, mengatakan, kegiatan sosial peduli nasabah itu sudah dimulai sejak tahun 2015, lalu. Awalnya, kegiatan tersebut, muncul dari rasa keprihatinan dan kepedulian Posdaya Sejahtera terhadap nasabah yang mengalami musibah sehingga hal tersebut menjadi kegiatan yang berkelanjutan hingga sekarang.

“Nasabah Tabur Puja yang di sini rata-rata orang yang kurang mampu, jadi kami di Posdaya ini merasa prihatin apabila ada nasabah yang mengalami musibah. Kami pun membantu seadanya dan memang tidak banyak, tapi cukuplah untuk nasabah tersebut,” ujarnya, Kamis (30/3/2017).

Kondisi nasabah yang tergolong kurang mampu dan tengah berjuang untuk memperbaiki ekonomi melalui pinjaman modal usaha di Tabur Puja, membuat para petugas di Posdaya terketuk hatinya untuk turut meringankan musibah yang dialami oleh mereka. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah ungkapan yang menimpa nasabah Tabur Puja di Gates Nan XX, yang mendapat perhatian khusus dari Posdaya Sejahtera.

Latifah menyebutkan, sebelumnya kegiatan sosial peduli nasabah itu dikumpulkan dari uang pribadi para petugas di Posdaya Sejahtera. Mengingat kegiatan tersebut dijadikan kegiatan yang berkelanjutan, iuran kegiatan sosial ini pun dikumpulkan melalui setiap nasabah yang melakukan pencairan pinjaman modal usahanya. Jumlahnya memang tidak banyak, yakni hanya Rp5.000 dari setiap nasabah yang melakukan pencairan pinjaman modal usaha.

“Yang kami harapkan itu ialah kepedulian, bukan dari berapa jumlah yang diberikan. Meski Rp5.000 jika diberikan dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah bagi yang memberikannya,” katanya.

Namun, Latifah menggarisbawahi, nasabah yang dibantu melalui kegiatan sosial peduli nasabah itu, hanya nasabah yang memiliki hubungan keluarga, seperti suami, isitri, dan anak-anaknya. Seperti halnya baru-baru ini, ada nasabah yang anaknya harus menjalani operasi paru-paru, hal seperti itu masuk dalam kegiatan sosial peduli nasabah. Namun, jika musibah yang mengalami kakak dari nasabah atau pamannya, memang tidak masuk dalam kegiatan sosial tersebut.

Ia mengaku, hingga Maret 2017 ini sudah tidak terhitung jumlah nasabah yang mengalami musibah, dan telah mendapat perhatian dari Posdaya Sejahtera. Kondisi tersebut memang tidak diharapkan, namun Posdaya Sejahtera mendoakan agar para nasabah Tabur Puja dalam keadaan sehat selalu, dan usaha yang dijalani terus tumbuh dengan baik.

“Saya terus bertanya kepada para nasabah ketika datang ke Posdaya untuk membayarkan pinjaman kreditnya, ibu-bapak bagaimana keadaannya, usaha ibu bapak bagaimana apa ada kendala, itu yang saya tanyakan, rata-rata mereka menjawab alhamdulillah baik,” jelasnya sambil menirukan ucapan nasabah.

Kepedulian dan keprihatinan yang ditunjukkan Posdaya Sejahtera sebaiknya bisa dijadikan contoh kepada Posdaya yang lainnya. Apalagi kegiatan sosial tersebut, rupanya baru ada di Posdaya Sejahtera. Hal ini pun dikatakan langsung oleh Latifah, yang menyatakan setahunya, kegiatan sosial peduli nasabah Tabur Puja itu hanya ada di Posdaya Sejahtera.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar