Kader NgAksi, Bukti Kepedulian Relawan pada Tuberkolosis

0
13

JUMAT, 24 MARET 2017

SLAWI — Memperingati hari tuberkolosis sedunia, TB Care ‘Aisyiyah kabupaten Tegal menggelar berbagai kegiatan, di antaranya ketuk pintu (door to door) yang menargetkan 1.000 rumah, Penjaringan suspek, serta penempelan stiker sebanyak 1.400 rumah. Sosialisasi melalui radio juga dilakukan hingga lomba film dokumenter dengan tema ‘Kader NgAksi’.

Wildan bekas penderita dan Abdul Ghofar kordinator Aisyiyah

“Puncaknya sarasehan tanggal 5 April 2017 yang direncanakan bertempat di Gedung Dadali pemerintah kabupaten Tegal,” sebut koordinator TB Care ‘Aisyiyah kabupaten Tegal, Abdul Ghofar kepada Cendana News, Jumat (24/3/2017).

Dijelaskan, “Kader ngAksi” merupakan sebuah film dokumenter tentang aksi-aksi yang dilakukan oleh kader saat melakukan pendampingan. Dimana aksi TB Day ini adalah dengan ketuk pintu 1000 rumah.

“Bahkan hingga 1.400 rumah sambil menempelkan stiker, sosialisasi dan penjaringan masyarakat yang terindikasi penyakit TB. Semua terekam dalam film dokumenter tersebut,” jelasnya.

Agus Nurudin

Disebutkan juga, sebelum kader atau aktivis TB ini diterjunkan, mereka dilatih terlebih dahulu tentang apa itu TB, cara penyebarannya, bentuk pendampingan, dan juga bentuk pencegahannya. Setelah Diklat ini selesai, maka mereka siap untuk diterjunkan.

“150 kader yang dilatih yang aktif ada 50-an, dan ini menjadi hal wajar, karena ini kegiatan sosial (tidak dibayar) dan pastinya kader-kader yang ada akan mengalami tambal sulam,” katanya.

Diterangkan juga, kegiatan ketuk pintu mencapai 1.400 rumah dan melebihi dari target 1.000 rumah. Selain itu pihaknya juga terus menggalakan sosialisasi, mencari, memeriksakan, mengawasi pengobatan sampai sembuh atau TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh).

Salah seorang mantan penderita TB, Wildan Ayub (40) mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan berterimakasih sekali dengan adanya TB Care ‘Aisyiyah yang telah mendampingi pengobatannya hingga sembuh.

“Saya sangat berterimakasih pada TB Care ‘Aisyiyah yang telah memberitahu bahwa TB bisa disembuhkan,” ucapnya.

Diceritakan, aktivis datang ke rumahnya dan mengambil sampel dahak untuk diperiksakan, setelah hasil periksa keluar, positif TB.

“Berkat pendampingan TB Care Alhamdulillah saya sembuh dari TB dengan rutin minum obat selama enam bulan.” kata Wildan.

Sementara itu, dari data yang kami peroleh dari dinas kesehatan kabupaten Tegal, per 2015, ditemukan sebanyak 2.030 kasus baru, dan kasus yang berulang sebanyak 18 orang. kasus yang berulang ini biasanya diakibatkan karena si penderita diharuskan minum obat selama enam bulan tapi baru dua atau tiga bulan karena merasa sembuh akhirnya enggan minum obat lagi, hal ini akan menyebabkan kuman TB yang didalam tubuh tidak musnah semunya, sehingga TB tersebut akan kambuh lagi.”

“Padahal ideal pengobatan TB sampai sembuh adalah minimal enam bulan. Dan yang berhak menyatakan si penderita TB sudah sembuh atau belum hanyalah dokter, bukan penderita atau yang lain. Sehingga semua penderita TB harus patuh terhadap anjuran dokter selama masa pengobatan.” kata Agus Nurudin staf Dinkes Bidang Pemberantasan Penyakit saat ditemui di kantornya.

Jurnalis : Adi Purwanto / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adi Purwanto

Komentar