Kadin Balikpapan Minta Perhatian Penyediaan Listrik dan Air

0
19

KAMIS, 16 MARET 2017
BALIKPAPAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, mengapresiasi pemerintah kota (pemkot) bahwa kota minyak ini masuk dalam salah satu pencontohan program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). Apalagi lahan yang disediakan itu merupakan aset pemkot dengan luas 133,8 hektar di Kawasan Industri Kariangau.

Ketua Kadin Balikpapan, Yaser Arafat.

Ketua Kadin Balikpapan, Yaser Arafat, mengungkapkan, masuknya Balikpapan menjadi salah satu daerah yang masuk dalam program KLIK menjadi hal yang positif bagi warga kota, apalagi Balikpapan adalah kota yang memang nyaman dihuni.

Namun demikian, pemerintah kota juga harus memperhatikan penyediaan infrastruktur di kawasan yang ditawarkan untuk investor. Penyediaan infrastruktur itu yakni penyediaan energi listrik dan air.

“Masuk program KLIK hal yang positif, tapi pemerintah kota juga harus memperhatikan penyediaan listrik dan air. Penyediaan infrastruktur menjadi kepastian investor untuk menanamkan investasi atau melakukan pembangunan di kawasan itu. Jangan sudah membangun, tapi belum ada kepastian. Jangan semua dibebankan investor,” terangnya, saat ditemui, Kamis (16/3/2017).

Yaser menilai, apabila penyediaan infrastruktur itu sudah dipenuhi, maka akan dengan mudah investor masuk dan investor pun diberikan kepastian. “Kalau infrastruktur air dan listrik belum siap, akan muncul kekecewaan pada investor. Perlu diyakinkan itu pemerintah kota. Kalau memang lagi disediakan tahapannya sudah sampai mana,” tandasnya.

Tak hanya itu, kepastian legalitas lahan dan status tanah juga harus diberikan kepastian agar pengusaha atau investor nyaman.

“Soal legalitas dan status tanah maupun nanti kerjasamanya seperti apa. Memang perizinan sudah dimudahkan tapi infrastruktur apakah sudah diperhatikan. Kalau itu sudah, pemerintah kota mendukung juga,” celetuknya.

Yaser menambahkan, sempat bertemu dengan Perusda Balikpapan yang sudah memperlihatkan gambaran grand design KIK.

“Ya lagi-lagi kalau listrik dan air belum tersedia di KIK, ya bagaimana. Jangan sampai pengusaha keluar biaya yang lebih besar. Kalau sudah ada air dan listrik, itu merangsang investor masuk,” tutupnya.

Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti

Komentar