Karena Posdaya, Warga Dusun tak Ada yang Menganggur

27

SELASA, 28 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sebagai sebuah wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus pembentukan keluarga mandiri, Posdaya Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul, juga fokus melakukan upaya peningkatan kesejahteraan warga, melalui berbagai program di bidang ekonomi kewirausahaan. 

Suasana gelanggang dagang yang digelar Posdaya Ngijo

Dalam mewujudkan hal itu, Posdaya Ngijo banyak memanfaatkan sejumlah program kegiatan di tingkat dusun yang telah ada sebelumnya. Tak sekedar memaksimalkan program yang telah ada, Posdaya Ngijo juga berupaya menggandeng elemen masyarakat dalam berbagai kepengurusan sebelumnya, seperti penggerak LPMD maupun takmir masjid.

Pengurus sekaligus penggerak Posdaya Ngijo, Isman Wagimin, mengatakan sebelum Posdaya Ngijo berdiri pada 2009, kondisi perekonomian warga di dusunnya tak sedikit yang bergantung pada sektor pertanian, peternakan dan perdagangan, saja. Dan, mayoritas warga Dusun Ngijo memang merupakan petani, selain juga pedagang hasil pertanian seperti jagung.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Posdaya Ngijo terus mendorong warganya untuk membuka usaha mandiri, baik skala kecil maupun mikro, dengan berwiraswasta. Selain menggandeng Pemerintah dan perguruan tinggi untuk menggelar sejumlah pelatihan kewirausahaan bagi warganya, Posdaya Ngijo juga mendorong kepengurusan di bidang keagamaan, seperti takmir masjid, untuk ikut membantu memperbaiki perekonomian warga. “Dalam setiap pertemuan kegiatan, warga selalu didorong melalui berbagai sosialisasi. Tujuannya lebih pada upaya mengubah pola pikir masyarakat, agar mau berusaha. Pelatihan-pelatihan kewirausahaan juga dilakukan memanfaatkan program Pemerintah Desa atau Kecamatan, termasuk dari perguruan tinggi pendamping,” katanya.

Posdaya Ngijo juga berupaya memberikan bantuan stimulus berupa modal usaha. Salah satunya melalui program Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS), yang diperluas sasaran pemanfaatannya, dari sekedar untuk urusan ibadah menjadi meluas ke bidang lain, termasuk ekonomi kemasyarakatan.

Isman Wagimin

Selain itu, untuk pengembangan usaha warga, Posdaya Ngijo, melalui dana bergulir Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) yang dimiliki, juga memberikan bantuan berupa pinjaman tambahan modal usaha dengan bunga yang sangat kecil. Dana simpanan Tabur Puja itu berasal dari bantuan bergulir Yayasan Damandiri yang diperuntukkan dalam meningkatkan perekonomian warga yang dinaungi Posdaya. “Dalam membantu pemasaran, kita juga selalu mengikutsertakan usaha setiap warga dalam berbagai kegiatan. Baik itu kegiatan tingkat dusun, kelurahan, atau kecamatan. Termasuk juga saat ada kegiatan kunjungan dari luar daerah. Bahkan, setiap beberapa bulan sekali, kita juga mengadakan gelanggang dagang dengan menampilkan produk lokal. Di situ warga bisa menjual sekaligus membeli produk olahan makanan. Jadi, dari warga, oleh warga, dan untuk warga,” katanya.

Dikatakan Isman, keberadaan Posdaya telah memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan perekonomian warga. Hal paling utama adalah mengubah pola pikir masyarakat untuk mau berusaha, sehingga semakin banyak warga yang mulai berwirausaha, seperti berjualan peyek, tape, telur asin, gethuk, dan sebagainya. Warga juga semakin bersemangat untuk memajukan usahanya masing-masing. “Sejak adanya Posdaya itu, banyak sekali kunjungan-kunjungan, sehingga warga menjadi lebih terpacu semangatnya untuk berusaha. Yang jelas, sekarang semua warga punya usaha, punya mata pencaharian, tidak ada yang menganggur. Ya, walaupun mungkin hanya usaha mikro, tapi semua berdaya,” kata Isman.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar