Keindahan Ranah Minang, Pikat Industri Perfilman Indonesia

151

KAMIS, 30 MARET 2017

PADANG — Keindahan alam dan kekayaaan budaya Bumi Ranah Minang, Sumatera Barat, menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang terpesona dibuatnya, tidak kecuali para insan dari industri perfilman tanah air.

Ketua Parfi Sumbar, Fadly Amran 

Sebut saja film baru-baru ini, ‘Surga di Telapak Kaki Ibu’, ‘Cinta di Bawah Langit’, ‘Me VS Mami’, dan yang akan tayang April ini, ‘Surau dan Silek’. Belum lagi, film-film lainnya seperti ‘Merantau’, ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’, ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk’, ‘Malin Kundang’. Setidaknya, sejauh penulusuran yang bisa dilakukan, ada 14 film yang lokasi syutingnya dilakukan di Sumbar, sejak puluhan tahun, lalu.

Melihat banyak industri perfilman menjadikan Sumbar sebagai lokasi syuting, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sumbar, Fadly Amran, mengatakan, kondisi daerah di Sumbar yang memiliki keindahan alam, kebudayaan, dan cerita rakyat, membuat para industri perfilman menuju Sumbar sebagai lokasi syuting film. Apalagi, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh terhadap industri film yang ingin menjadikan Sumbar sebagai lokasi syuting. “Mungkin para industri perfilman melihat penonton mulai jenuh dengan lokasi syuting yang memperlihatkan perkotaan. Sementara, di pedesaan seperti Sumbar yang memiliki keindahan alam yang mempesona, membuat mereka datang ke Sumbar,” ujar Fadly, Kamis (30/3/2017).

Ia menyebutkan, dari hasil pertemuaannya dengan sejumlah industri perfilman di tanah air beberapa waktu lalu, memang muncul komentar dari industri perfilman, jika Sumbar merupakan tempat yang indah dan potensial untuk dijadikan lokasi syuting. Apalagi, banyak budaya Minangkabau yang perlu dijadikan film, begitu juga soal cerita rakyatnya yang menarik untuk diketahui oleh publik melalui film. “Saya juga mendapat kabar, akan ada dua film terbaru lagi yang lokasi syutingnya berada di Sumbar. Keinginan para industri perfilman memilih Sumbar ini, karena pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata, sangat terbuka untuk industri perfilman,” tegasnya.

Fadly yang baru saja dilantik sebagai Ketua Parfi Sumbar, sangat mengapresiasi industri perfilman di tanah air, karena terus menunjukkan eksistensinya, dengan cerita-cerita yang berkualitas, sehingga para pencinta film di tanah air tidak hanya mengenal daerah luar negeri, tapi juga bisa mengenal daerah-daerah di Indonesia, seperti halnya di Sumbar.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Istimewa

Komentar