Kelambanan Pemerintah Sebabkan Kematian Padmi dalam Aksi Cor Kaki

106

RABU, 22 MARET 2017

SEMARANG — Meninggalnya Padmi, salah satu peserta aksi cor kaki penolakan pabrik semen Kendeng di depan Istana Negara mendapat sorotan dari elemen mahasiswa di Jateng. Menurut Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Husnul Mudhom, lambannya sikap pemerintah menjadi penyebab utama meninggalnya wanita berusia 48 tahun tersebut.

Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Husnul Mudhom.

 Insiden itu bisa dihindari jika Presiden Jokowi segera menemui peserta cor kaki sebab mereka yang melakukan aksi rata-rata sudah berusia lanjut. Staf kepresidenan pun diharapkan bisa memberikan informasi akurat mengenai perkembangan aksi tiap hari sehingga informasi yang diterima Jokowi lengkap.

Kematian Padmi bisa menjadi sinyal bahwa polemik Pabrik Kendeng akan memasuki tahap baru yang lebih krusial. Tempat kejadian perkara berada persis di depan Istana Negara yang merupakan salah satu simbol negara.

“Jika bisa Jokowi menemui mereka langsung, tetapi kalau memang banyak agenda bisa menggunakan teleconference,” ujar Husnul saat ditemui CDN (22/03/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan setelah kejadian meninggalnya Padmi, Badko HMI Jateng-DIY akan menunggu keterangan resmi dari Jokowi untuk menjelaskan kasus ini. Diharapkan pemerintah bisa segera bertindak agar masyarakat tahu bahwa Jokowi tetap mengawal kasus ini seperti yang ia janjikan pada Agustus 2016. Hal ini penting dilakukan agar masalah ini bisa segera diredam karena rawan diprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Ini sudah bukan lagi masalah pro dan kontra Kendeng, tetapi sudah menjadi masalah kemanusiaan yang menjadi pertimbangan utama,” tambahnya.

Dirinya juga meminta elemen Mahasiswa di Jateng untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi karena saat ini yang perlu menjadi prioritas adalah mengurus pemakaman Padmi terlebih dahulu, sikap reaksioner hanya akan memperburuk keadaan, baginya langkah pengawalan selanjutnya akan ditentukan setelah mendapat keterangan resmi dari Presiden.

Walaupun demikian, Badko HMI Jateng-DIY akan terus berkoordinasi dengan elemen mahasiswa di Jateng agar masalah ini tidak merembet kemana-mana, karena baginya penyatuan visi antar elemen mahasiswa bisa menjadi masukan yang berharga kepada Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

Sementara itu ditemui di kesempatan terpisah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku telah mendengar kematian Padmi saat mengikuti aksi cor kaki di Jakarta, karena itu dirinya mengucapkan rasa belasungkawa. Kejadian ini dijadikan pelajaran bahwa bagi yang ingin melakukan aksi cor semen harus diperiksa kondisi kesehatannya terlebih dahulu agar tidak terjadi apa-apa di tengah jalan. Apalagi dirinya mendengar kabar bahwa Padmi sudah lama mengidap penyakit bawaan, sehingga sebaiknya ada tenaga medis yang bisa mendampingi selama aksi tersebut berlangsung.

“Mudah-mudahan almarhumah husnul Khotimah, Sejak awal saya sampaikan, protesnya (sebaiknya) tanpa menyakiti diri sendiri,” terang Ganjar.

Menurut Ganjar, meninggalnya salah satu aktivis penolak pabrik semen itu diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ketika melakukan aksi demonstrasi kondisi kesehatan tubuh harus sehat. Sebab, jika dalam kondisi tidak fit, justru akan membahayakan nyawa, apalagi dengan memasung kedua kaki menggunakan semen.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Jurnalis: Khusnul Imanuddin/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Khusnul Imanuddin

Komentar