Kemiskinan Faktor Dominan Munculnya Gizi Buruk di NTB

81
RABU, 29 MARET 2017
 

MATARAM — Masih tingginya kasus gizi buruk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), selain disebabkan karena pola asuh dan asupan gizi yang tidak tepat, juga karena faktor kemiskinan.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi.

“Sebenarnya kalau bicara faktor penyebab kasus gizi buruk di NTB, masalah kemiskinan paling dominan,” kata Kepla Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi di Mataram, Rabu (29/3/2017).

Menurut Nurhandini, kalau sudah bicara kemiskinan, domain kerjanya bukan lagi Dinkes NTB yang bisa menangani, tapi di dalamnya bisa masuk sosial, perdagangan dan memberikan modal untuk berkarya.

Selain itu, pola asuh juga menjadi salah satu penyebab kasus gizi buruk di NTB, mengingat minimnya pengetahuan tentang asupan gizi kepada anak. Akibat sebagian besar ibu-ibu di NTB berpendidikan rendah dengan rata-rata pendidikan antara enam sampai tujuh tahun.

“Masih ingat kasus gizi buruk yang sempat bikin geger NTB tahun 2015, itu bukan karena faktor kemiskinan semata, tapi karena pola asuh, ada juga anak yang tidak terurus karena ditinggal menjadi TKW orang tuanya dan hanya dirawat neneknya,” ujarnya.

Inilah kenapa, lanjut Nurhandini, ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penelitian antara Pemda NTB dengan Kementerian Kesehatan melaui Gerakan Masyarakat untuk Sehat (Germas), tidak saja menyentuh dari sisi kebijakannya saja, tapi juga pola penanganan dilakukan.

Dalam Germas tersebut, Puskesmas nantinya dalam melakukan pendataan dan penanganan kasus gizi buruk akan menerapkan pola pendekatan keluarga dan tidak saja menunggu masyarakat datang melakukan pemeriksaan anaknya atau melalui kader Posyandu. Tapi akan turun langsung mendatangi dan mengetuk pintu setiap rumah keluarga satu ke keluarga lain.

“Dengan pendekatan keluarga tersebut, kemungkinan jumlah kasus gizi buruk akan bertambah itu akan kita gempur untuk segera mendapatkan penanganan dan mencegah kemunculan kasus baru,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinkes NTB, selama kurun waktu tahun 2016 saja, jumlah kasus gizi buruk yang tersebar di seluruh kabupaten/kota NTB mencapai 328 kasus. Besarnya jumlah tersebut, membuat Dinkes gencar melakukan pendataan melalui Posyandu maupun masyarakat yang datang memeriksakan diri ke Puskesmas maupun RSUD.

Jurnalis: Turmuzi / Editor: Satmoko / Foto: Turmuzi

Komentar