Kereta Kencana Sri Jagannath Ikut Diarak

102

SABTU, 25 MARET 2017

YOGYAKARTA — Ada yang berbeda dalam acara Festival Ogoh-ogoh yang digelar di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (25/3/2017) sore, ini. Di bagian paling belakang rombongan, puluhan peserta nampak menarik sebuah kereta kencana berukuran sekitar 5 x 2 meter yang dihias sedemikian rupa. Mereka saling tampak khidmat memegang tali kekang yang terkakit pada kereta kencana tersebut. Tak hanya kaum pria, namun juga para wanita. 

Kereta Kencana Sri Jagannath ikut diarak

Kereta kencana itu memang bukan sembarang kereta kencana. Kereta itu adalah Kereta Sri Jagannath, kereta sakral umat Hindu dalam setiap upacara Ratha Yatra atau festifal menarik kereta. Menurut I Komang Adiputra, salah seorang penyelenggara acara, Kereta Sri Jagannath merupakan kereta yang terbuat dari kayu daru brahma. Kereta ini membawa sesosok patung boneka Sri Jagannath yang tengah duduk dalam sebuah singgasana. “Sri Jagannath merupakan manifestasi perwujudan Tuhan Penguasa Alam Semesta,” ujarnya.

Boneka patung Sri Jagannath memiliki bentuk unik. Kedua bola matanya digambarkan berbentuk bulat besar. Sebagaimana dikatakan I Komang Adiputra, hal itu sebagai lambang pancaran kasih sayang dan karunia Sri Jagannath Tuhan Penguasa Alam Semesta yang memancar luas kepada siapa saja, tanpa membedakan satu sama lainnya.

Kereta Sri Jagannath sendiri ditampilkan dalam acara festival ogoh-ogoh ini dalam rangka memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk melihatnya. Dipercaya, siapapun yang melihat atau ikut menarik Kereta Sri Jagannath ini, akan mendapat berkah karunia dari Sri Jagannath yang melambangkan Tuhan Alam Semesta. “Manfaatnya masyarakat yang melihat Sri Jagannath di singgasana atau ikut menarik tali kereta akan mendapatkan karunia tanpa sebab dari Sri Jagannath sendiri,” katanya.

Sepasang boneka penggambaran Sri Jagannath

Kereta Sri Jagannath nampak dihiasi berbagai macam atribut yang didominasi warna kuning emas. Sejumlah kelapa muda serta untaian bunga-bunga nampak ditempatkan di dalam kereta dekat singgasana. Sementara di bagian depan terdapat dua buah payung tumpuk khas bali. Dua ekor replika kuda juga nampak berada di bagian depan kereta kencana. Saat pawai berlangsung, sejumlah peserta nampak membagi-bagikan buah jeruk kepada warga, sambil mengiringi jalannya kereta.

Di bagian depan festival sendiri, puluhan ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan ukuran lebih dulu diarak di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. Sejumlah ogoh-ogoh nampak lain dari biasanya. Tak sekedar berbentuk setan atau raksasa, namun ada pula yang berbentuk sapi, tokoh Mak Lampir, wayang orang, hingga Pak Tani dan binatang Kancil. Selain itu, terdapat pula Gunungan Mandara Giri berisi hasil bumi seperti sayur dan buah-buahan yang ikut diarak.

“Saya datang khusus untuk melihat acara ini. Sekalian jalan-jalan sama keluarga. Kebetulan juga pas malam minggu,” ujar salah seorang warga Gamping, Sleman, Subekti, yang datang bersama suami dan anaknya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar