Ketua MPR: Sulit Menemukan Kebhinekaan di Media Sosial

75

RABU, 29 MARET 2017

JAKARTA — Keberagaman suku, agama, ras dan golongan di Indonesia merupakan keanekaragaman yang menambah kekayaan khasanah bangsa. Diperlukan kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak mudah tercerai berai.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) RI  Zulkifli Hasan dalam dialog kebangsaan di Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (19/3).

“Diperlukan sikap yang saling mempercayai dan saling menghargai perbedaan dalam masyarakat ini untuk menjaga Kebhinekaan bangsa kita,” ujar Zulkifli Hasan dihadapan lebih dari 500 mahasiswa yang memadati Auditorium UIC, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (19/3).

Mantan Menteri Kehutanan itu menyatakan jika ada banyak suku, ras, agama dan golongan di Indonesia. Kebersamaan dalam menjalankan semangat Bhineka Tunggal Ika  yang bisa membuat bangsa dan negara Indonesia semakin kokoh dalam menjaga kedaulatannya.

“Dulu, di Nusantara ini ada banyak kerajaan-kerajaan, tapi setelah proklamasi kemerdekaan, para raja merelakan untuk melepaskan kekuasaannya untuk Indonesia yang bersatu dan berdaulat.  Itu bukan pengorbanan yang kecil,” tambahnya.

Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa saat ini Indonesia dihadapkan pada lunturnya persaudaraan kebangsaan.

“Lihat saja di media sosial sekarang, saling serang dan saling mencaci sudah menjadi hal yang mudah untuk ditemukan. Kalau bukan kelompoknya, langsung dianggap musuh. Di mana semangat dan persaudaraannya? Sulit menemukan kebhinekaan,” ujarnya.

Hal itu dipandang Zulkifli Hasan sebagai salah satu bentuk ujian sejarah perjalanan bangsa, Ketua MPR  itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan memahami serta menjalankan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an.

“Kita punya nilai-nilai asli Indonesia, seperti musyawarah mufakat, saling menghargai dan saling menghormati. Nilai-nilai iitu harus tetap dijaga, jangan justru ditinggalkan,” tambahnya.

Zulkifli Hasan dan mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun usai menjadi pembicara.

Jurnalis: Bayu A Mandreana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Bayu A Mandreana

Komentar