KPK Barupaya Mencari dan Menyita Aset Wali Kota Madiun Bambang Irianto

0
15

RABU 22 MARET 2017
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang gencar-gencarnya mencari dan menyita sekaligus menelusuri aset-aset pribadi milik tersangka Bambang Irianto, yang tak lain adalah Wali Kota Madiun, Jawa Timur.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Bambang Irianto didakwa dengan 3 sangkaan sekaligus, masing-masing diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kemudian dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dan juga dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya diberitakan bahwa Bambang Irianto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik KPK dalam kasus penyelewengan anggaran terkait proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM), Jawa Timur.

Saat ini KPK setidaknya telah menyita beberapa aset-aset pribadi yang diduga merupakan milik Bambang Irianto, di antaranya beberapa mobil mewah, tanah dan bangunan serta beberapa rekening bank atas nama pribadi Bambang Irianto.

KPK menduga bahwa Bambang Irianto telah menerima sejumlah aliran dan senilai 50 miliar rupiah dari berbagai sumber yang tidak resmi atau ilegal. Sumber ilegal itu antara lain berasal dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah, perizinan-perizinan dan juga terkait dengan pengerjaan proyek PBM.

Selain itu penyidik KPK juga menyita beberapa unit alat-alat berat atau sejenis ekskavator yang diduga merupakan milik Bonie Laksmana, yang tak lain merupakan anak kandung Wali Kota Madiun Bambang Irianto.

Sejumlah alat-alat berat yang disita pertugas KPK tersebut diduga berasal dari perbuatan TPPU. Selain itu KPK juga menyita beberapa tanah dan bangunan milik Bambang Irianto. Salah satunya adalah Kantor atau Gedung Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Madiun di Jalan Serayu, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

“KPK hingga saat ini masih terus berupaya mencari, menelusuri dan menyita sejumlah aset-aset pribadi yang diduga merupakan milik tersangka BI (Bambang Irianto). Aset-aset tersebut diduga dibeli dengan menggunakan dana dari perbuatan TPPU. Selain itu KPK juga menyita beberapa mobil mewah, tanah dan bangunan, termasuk beberapa alat-alat berat dan juga rekening-rekening pribadi yang diduga milik tersangka BI,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar