KPK Periksa Muspida Kota Madiun Terkait Kasus Bambang Irianto

40

SELASA, 21 MARET 2017

JAKARTA — Kasus perkara dugaan suap dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Walikota Kota Madiun, Jawa Timur, non aktif, Bambang Irianto, kembali diselidiki oleh Penyidik KPK. Namun hingga kini, belum ada tersangka baru, kecuali Bambang Irianto.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Penyidik KPK mendakwa Bambang Irianto dengan 3 dakwaan sekaligus, dalam kasus proyek pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Kota Madiun, Jawa Timur. Masing-masing dakwaan itu adalah Tipikor, Gratifikasi dan TPPU.

Proyek pembangunan PBM tersebut diketahui menghabiskan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kota Madiun sekitar Rp 76,6 miliar. KPK menduga, ada penyelewengan anggaran dalam pembangunan proyek PBM tersebut. Bambang Irianto yang kini meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) KPK milik Polisi Militer Kodam (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan, diduga kuat ikut bermain dalam lelang tender proyek pembangunan PBM tersebut.

Guna menyelidiki dugaan tersebut, Penyidik KPK hari ini kembali memeriksa pejabat di lingkungan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Madiun. Masing-masing adalah 3 mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) Kota Madiun, 6 mantan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Madiun, 1 mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Madiun dan 1 orang mantan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun.

“Penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat di lingkungan Muspida Kota Madiun, Jawa Timur, itu sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto). Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob, Sidoarjo, Jawa Timur,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Bambang Irianto ditangkap dan diamankan oleh petugas KPK di Kota Madiun, Jawa Timur. Ia diduga menerima sejumlah uang atau fee senilai Rp50 miliar dari berbagai sumber tidak resmi atau ilegal. KPK hingga kini untuk sementara telah menyita sejumlah mobil mewah, sejumlah tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Madiun, puluhan unit alat berat atau Excavator milik anak Bambang Irianto, bernama Bonie Laksmana, dan beberapa rekening bank pribadi milik Bambang Irianto.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Komentar