KPK Terus Selidiki Kasus Penghapusan Pajak

135

JUMAT, 17 MARET 2017
JAKARTA — Kasus dugaan penghapusan pajak yang diduga melibatkan PT. EK Prima Ekspor Indonesia hingga saat ini masih diselidiki dan didalami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik KPK hari ini melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi terkait kasus perkara tersebut di Gedung KPK Jakarta, Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, penyidik KPK dijadwalkan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Yustinus Heri Sulistyo, Kepala Bidang (Kabid) Pemeriksaan Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Penyidik KPK juga memanggil 8 saksi lainnya, masing-masing berasal dari pihak swasta di antaranya adalah Eddy Yusuf, Lucy Ceylia Handayani, A Nur Hamit, Jaka Prihadi, Steven, Hardy Manahan Lumban Tobing, Dimas Ambar Prasetyo dan Angling Kusumo.

Dalam kasus dugaan penghapusan pajak tersebut, penyidik KPK setidaknya telah menetapkan Handang Soekarno, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Selain itu penyidik KPK juga menetapkan Rajesh Rajamohanan Nair, Presiden Direktur PT. EK Prima Ekspor Indonesia sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penghapusan pajak.

Penyidik KPK sedang mendalami tersangka Handang Soekarno terkait dugaan penerimaan aliran dana atau uang sebesar 1,9 miliar rupiah yang berasal dari tersangka Rajesh Rajamohanan Nair. Pemberian uang suap tersebut bertujuan untuk menghapus kewajiban pajak PT. EK Prima Ekspor Indonesia sebesar 78 miliar rupiah. Total uang yang dijanjikan atau yang disepakati diduga mencapai 6 miliar rupiah.

“Penyidik KPK hari ini masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan terkait kasus perkara penghapusan pajak PT. EK Prima Ekspor Indonesia. Ada 9 orang yang diperiksa sebagai saksi, 1 saksi seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan 8 saksi lainnya berasal dari pihak swasta. Hingga kini penyidik KPK telah menetapkan 2 orang tersangka, masing-masing HS atau Handang Soekarno dan RRN atau Rajesh Rajamohanan Nair,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar