KPUD Ponorogo Janjikan Fasilitasi Pemilu di Sekolah

0
16

JUMAT, 31 MARET 2017
 
PONOROGO — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ponorogo kini tengah getol menggenjot semangat para pelajar di Ponorogo mengenai kegiatan pemilu. Ada tiga program yang kini tengah dilakukan oleh KPUD Ponorogo, yakni menjadi pembina upacara di sekolah, kelas pemilu dan fasilitas pemilihan Ketua OSIS di sekolah.

Ketua KPUD Ponorogo, Muhamad Ikhwanudin Alfianto.

Ketua KPUD Ponorogo, Muhamad Ikhwanudin Alfianto, saat ditemui di sela-sela peresmian Rumah Pintar Pemilu (RPP) mengatakan, kegiatan ini dimulai sejak awal tahun 2017 lalu. Diharapkan para pemilih pemula bisa lebih antusias dalam mengikuti setiap tahapan pemilu. Tidak hanya itu, dengan adanya pemilihan Ketua OSIS di masing-masing sekolah, juga bisa dijadikan tempat belajar saat terlibat dalam tahapan pemilu.

“Kami menyediakan fasilitas pemilihan Ketua OSIS sebagai miniatur pemilu di sekolah dan ini gratis,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Jumat (31/3/2017).

Fasilitas tersebut meliputi alat yang digunakan, form maupun kelengkapan lainnya yang sesuai dengan standar pemilu saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Untuk menikmati semua fasilitas ini, setiap sekolah bisa mengirim surat agar bisa dijadwalkan waktu pemilihan Ketua OSIS.

“Bahkan yang menarik ada juga sesi debat para calon,” ujarnya.

Debat para calon Ketua OSIS, lanjut Ikhwan, tidak kalah dengan debat saat pemilihan bupati. Dirinya mengaku kagum dengan penyampaian visi dan misi serta program para kandidat Ketua OSIS baik siswa SMP maupun SMA.

“Nantinya siswa dilibatkan ada yang sebagai petugas KPU, saksi, pengawas, pemilih dan calon, mekanismenya mirip seperti pemilu namun ini bentuk miniatur istilahnya,” tandasnya.

Selain itu ada program yang tidak kalah menarik, program kelas pemilu yang memiliki durasi waktu 90 menit. Diisi oleh siswa 2 – 3 kelas, kemudian para siswa diajari bagaimana memilih kriteria pemimpin yang baik, tidak hanya menjadi pemilih aktif tapi juga harus mengenal para calon pemimpin.

“Ada juga praktik Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), biasanya siswa tertarik dengan ini,” tukasnya.

Menurut Alfianto, kegiatan positif seperti ini perlu mengingat para siswa yang kritis dan aktif perlu bimbingan agar tidak menjadi pemilih yang asal-asalan.

“Kalau diajari sejak dini kan bisa menjadi panutan nantinya,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Komentar